Bali Aktual

Minggu, 20 September 2026

Statistik 2025: 7,04 Juta Kunjungan Wisman ke Bali dalam Data Kemenpar

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mencatat 7,04 juta kunjungan wisman ke Destinasi Pariwisata Regeneratif Bali pada 2025, sementara BPS Bali melaporkan 6,95 juta kunjungan wisman ke Provinsi Bali.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 3 menit baca

Denpasar — — Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Destinasi Pariwisata Regeneratif (DPR) Bali pada 2025 mencapai sekitar 7,04 juta kunjungan dengan rata-rata lama tinggal 9,04 malam dan realisasi investasi pariwisata Rp16,05 triliun.

Angka tersebut disampaikan dalam publikasi statistik pariwisata 2025 untuk destinasi prioritas dan regeneratif yang dirilis kementerian.

Di sisi lain, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali melaporkan total kunjungan wisman ke Provinsi Bali sepanjang 2025 mencapai 6.948.754 kunjungan, meningkat 9,72 persen dibandingkan 2024.

Bali dalam statistik destinasi

Dalam rilis statistik pariwisata destinasi 2025, kementerian memasukkan Bali sebagai satu dari tiga Destinasi Pariwisata Regeneratif bersama Greater Jakarta dan Kepulauan Riau.

Selain tiga DPR, publikasi tersebut juga memuat 10 Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) dengan serangkaian indikator kinerja pariwisata.

Menurut penjelasan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, statistik destinasi disusun bersama Badan Pusat Statistik dan Kementerian Investasi/BKPM, dengan indikator yang mencakup kunjungan wisman dan wisatawan nusantara, rata-rata lama tinggal, investasi, tenaga kerja, PDRB sektor akomodasi dan makan minum, serta profil usaha pariwisata.

Untuk DPR Bali, beberapa angka kunci yang disajikan kementerian adalah:

  • Kunjungan wisman: 7,04 juta kunjungan pada 2025.
  • Rata-rata lama tinggal wisman: 9,04 malam.
  • Realisasi investasi pariwisata: Rp16,05 triliun.

Angka kunjungan wisman dan investasi tersebut digunakan kementerian sebagai salah satu rujukan dalam penyusunan kebijakan dan program pengembangan pariwisata di Bali.

Perbedaan cakupan data Bali

Data kementerian mengenai 7,04 juta kunjungan wisman merujuk pada Bali sebagai destinasi dalam kerangka DPR, sementara data BPS Provinsi Bali mengenai 6.948.754 kunjungan merujuk pada kunjungan wisman ke Provinsi Bali berdasarkan pintu masuk udara dan laut.

Buku Statistik Pariwisata Provinsi Bali 2025 yang diterbitkan Dinas Pariwisata Provinsi Bali bersama BPS menjelaskan bahwa angka 6.948.754 kunjungan wisman merupakan total kunjungan sepanjang 2025, dengan pertumbuhan 9,72 persen dari 6.333.360 kunjungan pada 2024.

Perbedaan angka antara statistik destinasi kementerian dan statistik provinsi menunjukkan adanya perbedaan cakupan dan metodologi penghitungan, sehingga penggunaan angka sebagai pembanding antardestinasi maupun antartahun perlu mempertimbangkan definisi wilayah dan jenis kunjungan yang diukur.

Baseline untuk membaca 2026

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyatakan bahwa statistik pariwisata destinasi 2025 disusun sebagai pijakan bagi kebijakan dan program pada tahun-tahun berikutnya, sejalan dengan penguatan tata kelola data dan penerapan prinsip Satu Data Indonesia di sektor pariwisata.

Dengan demikian, angka 7,04 juta kunjungan wisman DPR Bali dapat digunakan sebagai salah satu baseline untuk menilai perubahan kinerja pariwisata Bali pada 2026, selama perbandingan dilakukan dengan definisi, periode, pintu masuk, dan wilayah pengukuran yang konsisten.

Sementara itu, statistik resmi BPS mengenai 6.948.754 kunjungan wisman ke Provinsi Bali memberi gambaran pemulihan pariwisata daerah, termasuk distribusi kunjungan menurut negara asal dan moda transportasi.

Konteks penguatan data pariwisata

Dinas Pariwisata Provinsi Bali pada Juli 2026 menerbitkan paket data Statistik Pariwisata Bali 2025 dalam bentuk buku dan tabel, yang berisi rincian kunjungan wisman dan wisnus, tingkat hunian, serta indikator lain untuk mendukung pengambilan kebijakan di daerah.

Buku karakteristik dan indeks kepuasan wisatawan mancanegara 2025 yang diterbitkan dinas pada Januari 2026 melengkapi statistik tersebut dengan informasi mengenai perilaku, penilaian, dan pengalaman wisman selama berkunjung ke Bali.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif juga mengaitkan pengembangan statistik pariwisata dengan target investasi dan pertumbuhan PDRB sektor pariwisata dalam Rencana Strategis 2025–2029.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.