BI: Investasi Bali Capai Rp42,82 Triliun pada 2025
Bank Indonesia menilai investasi Bali tetap menarik di tengah ketidakpastian global. Realisasi 2025 mencapai Rp42,82 triliun, namun investasi masih terkonsentrasi di Bali Selatan dan didominasi sektor tersier.
Oleh Pandi Muktar
· Peristiwa: · 2 menit baca
Denpasar — Bank Indonesia Provinsi Bali menilai investasi di Pulau Dewata tetap menarik di tengah ketidakpastian global. Berdasarkan catatan Kementerian Investasi/BKPM yang dikutip BI, realisasi penanaman modal asing dan penanaman modal dalam negeri di Bali pada 2025 mencapai Rp42,82 triliun, naik 17,85 persen dibanding 2024.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali Achris Sarwani menyampaikan penilaian itu di Denpasar pada Juni 2026. Ia mengatakan kinerja investasi Bali tetap menguat meski risiko geopolitik belum mereda.
Realisasi investasi tersebut menyerap lebih dari 68 ribu tenaga kerja. BI juga menyebut investor asing yang menanamkan modal di Bali pada 2025 banyak datang dari Australia, Singapura, Rusia, Prancis, dan Belanda.
Menurut BI, investasi Bali masih terkonsentrasi di wilayah Bali Selatan. Badung mencatat realisasi terbesar dengan Rp22,21 triliun, disusul Denpasar Rp10,61 triliun, Gianyar Rp4,96 triliun, dan Tabanan Rp2,04 triliun.
BI juga mencatat dominasi sektor tersier masih kuat. Tiga kelompok usaha dengan investasi terbesar ialah real estat, akomodasi, serta penyediaan makanan dan minuman.
Dalam forum Bali Jagadhita Investment 2026, BI bersama Pemerintah Provinsi Bali menyiapkan katalog 22 proyek infrastruktur potensial untuk ditawarkan kepada investor. Sejumlah proyek yang disebut dalam katalog itu antara lain KEK Kesehatan Sanur, penerangan jalan, dan pengadaan kendaraan listrik.
BI menilai konsentrasi investasi di Bali Selatan dan dominasi sektor tersier masih menjadi tantangan pemerataan. Lembaga itu mendorong perluasan investasi ke luar Sarbagita agar manfaatnya lebih merata ke seluruh Bali.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Data Bali
Disperindag Bali Catat Bawang Putih Naik 1,41 Persen
Disperindag Provinsi Bali menyebut harga bapokting masih terkendali di tengah kelangkaan BBM. Bawang putih naik 1,41 persen menjadi Rp 30.429 pada pem…
Terbaru di Ekonomi

Berita utama hari ini

Baca juga





