Belanja Daerah Gianyar 2026 Rp4,39 Triliun, Realisasi Baru 44,85 Persen
Anggaran belanja daerah Kabupaten Gianyar dalam APBD induk 2026 ditetapkan sekitar Rp4,39 triliun.
Oleh Mukmin John
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca Diperbarui
Gianyar — Anggaran belanja daerah Kabupaten Gianyar pada tahun anggaran 2026 dalam APBD induk ditetapkan sebesar Rp4.388,32 miliar atau sekitar Rp4,39 triliun.
Data pusat informasi ekonomi Databoks mencatat, selama periode Januari hingga September 2026 realisasi belanja daerah Pemerintah Kabupaten Gianyar mencapai Rp1.968,31 miliar atau 44,85 persen dari total anggaran belanja 2026.
Dengan demikian, sekitar 55,15 persen anggaran belanja daerah 2026 belum terealisasi hingga akhir September. Informasi yang tersedia belum memuat penjelasan resmi mengenai proyeksi penyerapan pada triwulan terakhir tahun anggaran.
Perubahan APBD 2026
Pemerintah Kabupaten Gianyar mengajukan rancangan perubahan APBD 2026 yang menyesuaikan struktur belanja daerah.
Dalam rancangan perubahan APBD 2026, belanja daerah direncanakan sebesar sekitar Rp4,336 triliun, turun sekitar Rp52,290 miliar dari anggaran induk Rp4,388 triliun. Penyesuaian ini antara lain mempertimbangkan proyeksi pendapatan daerah dan pembiayaan sektor prioritas.
Belanja daerah pada rancangan perubahan APBD 2026 terdiri atas belanja operasi sekitar Rp2,358 triliun (54,40 persen), belanja modal sekitar Rp1,594 triliun (36,76 persen), belanja transfer sekitar Rp373,989 miliar (8,63 persen), dan belanja tidak terduga sekitar Rp9,056 miliar (0,21 persen).
Rincian pagu belanja 2026
Rincian pagu belanja APBD 2026 yang dipublikasikan jaringan Tribun mencatat total belanja daerah sebesar Rp4.388,32 miliar dengan beberapa kelompok utama.
Menurut data tersebut, belanja modal menjadi salah satu pos terbesar dengan Rp1.582,90 miliar atau sekitar 36 persen dari total belanja. Belanja pegawai dipatok Rp1.192,17 miliar dan belanja barang dan jasa Rp946,26 miliar.
Selain itu, belanja lainnya tercatat Rp667,00 miliar, belanja bagi hasil Rp214,83 miliar, belanja bantuan keuangan Rp196,86 miliar, belanja bunga Rp11,06 miliar, belanja hibah Rp227,35 miliar, belanja bantuan sosial Rp7,85 miliar, serta belanja tidak terduga Rp9,06 miliar.
Struktur ini menunjukkan porsi signifikan belanja modal dan belanja operasi dalam APBD 2026, dengan tambahan belanja transfer dan pembiayaan yang ditujukan antara lain untuk penyertaan modal daerah dan pembayaran cicilan pokok utang yang jatuh tempo.
Kenaikan belanja dan ruang fiskal
Data publik sebelumnya mengenai rancangan APBD 2026 mencatat proyeksi belanja daerah sekitar Rp3,527 triliun. Dibandingkan angka tersebut, penetapan APBD induk dengan belanja Rp4,388,32 miliar menunjukkan adanya kenaikan ruang belanja yang cukup besar dalam proses pembahasan dan penetapan anggaran.
Kenaikan kapasitas belanja ini memberi ruang fiskal lebih luas bagi pemerintah daerah untuk membiayai program prioritas, termasuk belanja modal infrastruktur, layanan publik, dan transfer ke masyarakat.
Namun, data yang tersedia untuk publik lebih banyak memuat angka agregat pendapatan, belanja, defisit, dan pembiayaan, bukan rincian program per sektor. Informasi mengenai proyek, lokasi, dan keluaran kegiatan masih tercantum terbatas dalam penjelasan kepala daerah di forum DPRD dan pemberitaan media lokal.
Sampai September 2026, realisasi belanja yang baru mencapai 44,85 persen menunjukkan pelaksanaan anggaran masih berlangsung dan serapan belanja pada triwulan terakhir berpotensi mengubah komposisi realisasi antarjenis belanja.
Sumber
- Databoks Katadata - Realisasi Belanja Daerah Pemkab Gianyar per September 2026
- Tribun Batam - APBD Gianyar 2026 : Pendapatan Rp 3.408,20 Miliar, 70 Persen dari Dana Pusat
- RRI Denpasar - Bupati Gianyar, Mahayastra Sampaikan Rancangan Perubahan APBD TA 2026
- Bali Post - PAD Gianyar Naik 1,4 Persen, Defisit APBD Perubahan 2026 Ditutup Rp921,9 Miliar
- Detik Bali - Gianyar Targetkan Pendapatan Daerah Naik Jadi Rp 3,4 T di APBD Perubahan 2026
Baca berikutnya
Terbaru di Data Bali

Bawaslu Bali Soroti Kesenjangan Partisipasi Pemilih Disabilitas
Bawaslu Bali menyoroti kesenjangan antara data dan partisipasi pemilih disabilitas. Dari 20.428 pemilih disabilitas pada Pemilu 2024, hanya 4.149 yang…
Berita utama hari ini

Baca juga


