Bali Aktual

Selasa, 22 September 2026

Bali Peringkat Ketiga Destinasi Asia Paling Sering Dikunjungi Ulang

Agoda menempatkan Bali di peringkat ketiga destinasi Asia yang paling sering dikunjungi ulang dalam Repeat Visitor Ranking 2026, berdasarkan data pemesanan akomodasi pada paruh pertama 2026.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 3 menit baca Diperbarui

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi. Gambar dibuat dengan kecerdasan buatan, bukan foto peristiwa.
Ilustrasi. Gambar dibuat dengan kecerdasan buatan, bukan foto peristiwa. · Foto: Ilustrasi AI

Denpasar — Bali tercatat menempati peringkat ketiga destinasi Asia yang paling sering dikunjungi ulang dalam Repeat Visitor Ranking 2026 yang dirilis platform perjalanan digital Agoda, berdasarkan data pemesanan akomodasi pada paruh pertama tahun ini.

Sejumlah pemberitaan menyebutkan, ini adalah pertama kalinya Bali masuk tiga besar daftar destinasi Asia dengan tingkat kunjungan ulang tertinggi. Dalam pemeringkatan tersebut, Tokyo berada di posisi pertama dan Bangkok di posisi kedua, disusul Bali di posisi ketiga, Seoul di posisi keempat, serta Osaka di posisi kelima.

Data utama

  • Peringkat Bali: ketiga di Asia dalam Repeat Visitor Ranking 2026.
  • Perubahan posisi: naik satu tingkat dari peringkat keempat tahun sebelumnya.
  • Periode data: pemesanan akomodasi paruh pertama 2026 di platform Agoda.
  • Sumber pemeringkatan: data pemesanan akomodasi di Agoda (Repeat Visitor Ranking 2026).

Arti kunjungan ulang bagi pariwisata Bali

Dalam keterangan berbagai media, Repeat Visitor Ranking Agoda mengukur destinasi yang paling sering dikunjungi ulang berdasarkan data pemesanan akomodasi oleh wisatawan yang kembali ke kota atau destinasi yang sama. Peringkat Bali di posisi ketiga menunjukkan pulau ini menjadi salah satu destinasi yang banyak dipilih wisatawan untuk kembali berlibur.

Media lokal menilai capaian tersebut sebagai indikasi kuatnya daya tarik Bali bagi wisatawan, yang memilih kembali menikmati pantai, lanskap alam, dan beragam pengalaman wisata di pulau ini. Wisatawan yang berulang umumnya sudah mengenal akses, kawasan akomodasi, dan aktivitas di destinasi, sehingga kecenderungan untuk kembali dapat mencerminkan tingkat kenyamanan mereka terhadap layanan dan lingkungan yang pernah dialami.

Namun, pemeringkatan berbasis pemesanan platform komersial tidak dapat disamakan dengan survei kepuasan atau statistik resmi kedatangan wisatawan yang dirilis pemerintah. Data Repeat Visitor Ranking mencatat pola pemesanan di Agoda, sehingga cakupan dan hasilnya bergantung pada pengguna platform dan metodologi internal perusahaan.

Posisi Bali dalam daftar Asia

Berbagai laporan yang mengutip Repeat Visitor Ranking 2026 menyajikan urutan 10 besar destinasi Asia yang paling sering dikunjungi ulang. Tokyo di Jepang berada di posisi pertama, diikuti Bangkok di Thailand, Bali di Indonesia, Seoul di Korea Selatan, dan Osaka di Jepang sebagai lima besar.

Di bawah lima besar, daftar 10 besar dilengkapi oleh Da Nang di Vietnam, Kuala Lumpur di Malaysia, Fukuoka di Jepang, Taipei di Taiwan, dan Johor Bahru di Malaysia. Beberapa media menyebut kenaikan Bali ke peringkat ketiga sebagai “tonggak baru” atau “sejarah baru” bagi destinasi ini dalam pemeringkatan kunjungan ulang.

Laporan dari berbagai negara di Asia juga menyoroti bahwa Bangkok mempertahankan posisinya di tiga besar untuk tahun kedua, sementara Tokyo naik ke posisi teratas dan Bali untuk pertama kali masuk tiga besar. Bagi Bali, perpindahan dari posisi keempat ke ketiga, menggeser Seoul, dianggap mencerminkan konsistensi minat wisatawan untuk kembali ke pulau ini.

Keterbatasan data dan kebutuhan pembanding

Meski memberikan gambaran tren pemesanan ulang di platform Agoda, laporan Repeat Visitor Ranking yang dikutip media tidak memuat detail seperti jumlah pasti pemesanan, nilai belanja wisatawan, lama tinggal, atau pembagian antara wisatawan domestik dan mancanegara.

Informasi mengenai sebaran kunjungan ulang antar kabupaten, desa wisata, atau jenis akomodasi di Bali juga belum dijelaskan dalam publikasi yang tersedia. Tanpa data rinci tersebut, sulit menilai apakah lonjakan peringkat Bali tercermin merata dalam pendapatan pelaku usaha di berbagai wilayah atau terkonsentrasi di kawasan wisata utama.

Berbagai laporan menegaskan bahwa pemeringkatan ini berbasis data internal Agoda. Untuk membaca dampak ekonominya secara lebih lengkap terhadap sektor pariwisata Bali, diperlukan pembanding berupa statistik resmi kunjungan wisatawan dan indikator lain seperti lama tinggal dan pengeluaran rata-rata yang biasanya dirilis lembaga pemerintah terkait.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Pariwisata

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.