Bali Aktual

Kamis, 8 Oktober 2026

Bali Luncurkan Bali Menanam Berbasis inaRISK di Denpasar

Pemprov Bali meluncurkan Bali Menanam berbasis inaRISK pada 7 Oktober 2026 untuk mendata penanaman pohon. Simulasi bencana dijadwalkan setiap tanggal 26 setiap bulan.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Tunas tanaman kecil berdaun hijau tumbuh di atas tanah dengan latar belakang buram.
Ilustrasi: Tunas tanaman kecil berdaun hijau tumbuh di atas tanah dengan latar belakang buram. · Foto: Nikola Čedíková / Pexels

Denpasar — Pemerintah Provinsi Bali meluncurkan program Bali Menanam berbasis aplikasi inaRISK pada Rabu, 7 Oktober 2026, dalam peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana di Kantor BPBD Provinsi Bali, Denpasar.

Program ini dipakai untuk mendata kegiatan penanaman pohon secara berkelanjutan di berbagai wilayah Bali. Data yang dicatat mencakup jumlah pohon, lokasi penanaman, serta pihak yang melaksanakan kegiatan. Informasi tersebut menjadi bagian dari upaya mitigasi yang dapat dipantau dan dikelola secara lebih teratur.

Staf Ahli Gubernur Bali Bidang Pembangunan Manusia, Kebudayaan, dan Kemasyarakatan, I Made Rentin, menyebut mitigasi juga dilakukan melalui simulasi bencana. Bali memiliki agenda simulasi rutin setiap tanggal 26 setiap bulan. Simulasi ini ditujukan untuk meningkatkan kesiapan masyarakat menghadapi bencana yang sifatnya tidak terduga.

Bali Menanam menambah data mitigasi yang bisa dipakai warga

Bagi warga di kabupaten dan kota di Bali, peluncuran ini berarti kegiatan penanaman pohon dapat dicatat bersama informasi lokasi dan pelaksananya. Data itu membantu melihat kegiatan mitigasi secara lebih jelas, termasuk di wilayah yang menghadapi ancaman hidrometeorologi maupun risiko lain.

Dalam konteks Bali, mitigasi tidak berhenti pada penanaman. Edukasi, pelatihan, sistem peringatan dini, simulasi, dan kolaborasi lintas sektor merupakan bagian dari pengurangan risiko bencana. Desa adat, banjar, pecalang, krama, serta pengelola subak dapat memahami istilah-istilah tersebut sebagai bagian dari kesiapsiagaan wilayah.

Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana berlangsung setiap Oktober. Kegiatan pada 7 Oktober 2026 menjadi momentum bagi berbagai sektor untuk memperkuat perhatian terhadap upaya pengurangan risiko di Bali.

Perubahan yang dapat diikuti pembaca hari itu adalah tersedianya program Bali Menanam berbasis inaRISK dan agenda simulasi bencana pada tanggal 26 setiap bulan.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Terbaru di Lingkungan

  2. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.