BMKG Prakirakan Udara Kabur di Empat Kabupaten Bali
BMKG memprakirakan udara kabur di Jembrana, Tabanan, Karangasem, dan Buleleng pada Selasa, 6 Oktober 2026. Partikel kering dapat menurunkan jarak pandang.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Jembrana — BMKG memprakirakan udara kabur di Jembrana, Tabanan, Karangasem, dan Buleleng pada Selasa, 6 Oktober 2026.
Udara kabur berarti partikel kering melayang di udara dan dapat menurunkan jarak pandang. Prakiraan ini dicantumkan dalam laporan cuaca Bali berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Di Jembrana, suhu udara diprakirakan 23-27 °C dengan kelembapan udara 76-95 persen. Tabanan diprakirakan mengalami udara kabur dengan suhu 21-26°C dan kelembapan 74-96 persen.
Karangasem juga diprakirakan mengalami udara kabur. Suhu di wilayah ini berada pada kisaran 20-27 °C, sedangkan kelembapan udaranya 66-96 persen. Di Buleleng, udara diprakirakan kabur dengan suhu 24-29 °C dan kelembapan 69-96 persen.
Jarak pandang perlu diperhatikan di empat kabupaten
Prakiraan ini penting bagi pembaca yang bepergian melintasi Jembrana, Tabanan, Karangasem, atau Buleleng pada hari yang sama. Penurunan jarak pandang dapat memengaruhi perjalanan, terutama pada ruas jalan yang ramai atau jalur antarkecamatan.
Jembrana dan Tabanan berada di bagian barat Bali, Karangasem di timur, sedangkan Buleleng mencakup kawasan Bali utara. Kabupaten-kabupaten ini memiliki jalur darat dengan kondisi wilayah yang berbeda, sehingga informasi jarak pandang menjadi bagian yang perlu diperhatikan sebelum berangkat.
Bagi pengendara, perubahan yang perlu dipakai hari itu adalah menyesuaikan kecepatan dan menjaga jarak aman ketika udara tampak kabur. Periksa kembali informasi cuaca BMKG sebelum melanjutkan perjalanan, khususnya jika rute melewati lebih dari satu kabupaten.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Pariwisata
Gelombang Selatan Bali Capai 3 Meter pada 6 Oktober
BMKG memprakirakan gelombang Perairan Selatan Bali mencapai 0,5–3,0 Meter pada Selasa, 6 Oktober. Pengguna ferry dan nelayan perlu memperhatikan amban…
Terbaru di Lingkungan

Berita utama hari ini

Baca juga





