Bali Aktual

Selasa, 22 September 2026

Badung Kaji Terowongan 2,4 Km Gatsu–Canggu, ERP Jadi Opsi

Pemkab Badung mengkaji pembangunan terowongan bawah tanah sepanjang sekitar 2,4 km di koridor Gatsu Barat–Kerobokan–Canggu sebagai bagian ring road baru untuk mengurai kemacetan dan menekan alih fungsi sawah.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 3 menit baca Diperbarui

Mangupura — Pemerintah Kabupaten Badung merencanakan pembangunan ring road baru yang dilengkapi terowongan bawah tanah sepanjang sekitar 2,4 kilometer di koridor Gatot Subroto (Gatsu) Barat–Kerobokan–Canggu untuk mengurangi kemacetan dan menahan laju alih fungsi sawah.

Rencana ini disampaikan Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa awal September 2026 seusai rapat di DPRD Badung. Menurutnya, keterbatasan ruang di permukaan akibat kepadatan permukiman di Kuta Utara membuat pelebaran jalan konvensional sulit dilakukan, sehingga pemerintah daerah mengkaji opsi terowongan bawah tanah sebagai jalur tembus baru.

Dalam laporan media lokal, terowongan sekitar 2,4 km itu dirancang sebagai bagian dari jaringan jalan baru sepanjang kurang lebih 19 km yang menghubungkan kawasan Gatsu Barat, Canggu, Mengwitani hingga Werdi Bhuana. Akses keluar terowongan diproyeksikan mengarah ke Canggu di satu sisi dan ke kawasan Mengwitani–Werdi Bhuana di sisi lain.

Tujuan dan koridor rencana

Menurut penjelasan Adi Arnawa, tujuan utama proyek adalah mengurai kemacetan di koridor Gatsu Barat–Canggu–Munggu yang mobilitas pariwisatanya meningkat, sekaligus menghindari konflik sosial pembebasan lahan di permukiman padat sepanjang Gatsu Barat.

Koridor yang dikaji meliputi jalur dari Gatsu Barat menuju Canggu, lalu terhubung ke arah Mengwitani dan Werdi Bhuana. Pemerintah daerah menilai, tanpa jalur baru di bawah tanah, kapasitas jalan eksisting tidak cukup menampung volume kendaraan di kawasan wisata dan permukiman tersebut.

Opsi jalan berbayar elektronik

Pemerintah Kabupaten Badung membuka opsi menerapkan Electronic Road Pricing (ERP) pada jaringan jalan baru, termasuk ruas terowongan. Dalam pemberitaan Bali, ERP disebut sebagai salah satu instrumen untuk mengendalikan volume kendaraan sekaligus menjadi skema pembiayaan mandiri, di mana pungutan jalan berbayar dapat digunakan untuk pengembalian pinjaman infrastruktur.

Media yang mewawancarai Bupati Badung menulis bahwa jaringan jalan baru tersebut tidak sepenuhnya akan diberikan secara gratis kepada pengguna. Opsi ERP masih berada pada tahap penjajakan, sehingga besaran tarif, jenis kendaraan yang dikenai biaya, serta mekanisme pembayaran belum ditetapkan.

Kajian teknis dan pendanaan

Saat ini, Pemkab Badung memfokuskan kajian teknis bersama konsultan ahli asal Shanghai, Tiongkok. Media lokal memberitakan bahwa studi kelayakan oleh tim konsultan Shanghai dijadwalkan berlangsung sekitar tiga minggu untuk mematangkan aspek teknis terowongan.

Selain kajian teknis, pemerintah daerah menjajaki kolaborasi dengan perusahaan Shanghai Tunnels Engineering Co. Ltd (STEC) untuk pembangunan terowongan sepanjang 2,4 km pada kedalaman sekitar 15 meter, dengan estimasi biaya total sekitar Rp 3,5 triliun. Skema pembiayaan yang dikaji antara lain pinjaman tahap kedua melalui PT SMI dan kemungkinan pelibatan BUMD sebagai pengelola jalur berbayar.

Rencana percepatan infrastruktur ini masuk agenda proyek strategis yang dibidik mulai 2027. Pembebasan lahan untuk jaringan jalan lingkar Gatsu–Canggu dirancang mulai 2027 dan konstruksi jalan permukaan ditargetkan berlangsung pada 2028. Pembangunan fisik terowongan sendiri masih menunggu rampungnya studi kelayakan dan keputusan pendanaan.

Status dan tahapan berikutnya

Hingga awal September 2026, rencana terowongan 2,4 km di koridor Gatsu Barat–Kerobokan–Canggu masih berada pada tahap kajian teknis dan penjajakan kerja sama. Pemerintah daerah menempatkan proyek ini sebagai teknologi baru untuk infrastruktur jalan di wilayahnya, dengan pertimbangan keterbatasan ruang di permukaan dan kebutuhan menjaga lahan pertanian.

Urutan kerja yang disampaikan meliputi penyusunan studi kelayakan oleh konsultan, perumusan skema pendanaan termasuk opsi ERP, serta pembebasan lahan di koridor yang direncanakan. Keputusan final mengenai desain terowongan, sistem tarif, dan jadwal konstruksi akan ditentukan setelah kajian teknis selesai dan pemerintah menetapkan model pembiayaan.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Kabupaten/Kota

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.