Petani Subak Jaka Tabanan Uji Drone Pemupukan di Lahan 35 Are
Petani Subak Jaka di Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Tabanan, menguji drone sprayer untuk pemupukan organik di lahan 35 are Tempek Tirtanadi.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Tabanan — Petani Subak Jaka di Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Tabanan, menguji penggunaan drone sprayer untuk pemupukan organik di lahan seluas 35 are Tempek Tirtanadi, sebagai upaya mempertahankan pertanian padi organik yang terus menyusut.
Menurut pekaseh Subak Jaka, Ir I Wayan Yusa, uji coba dilakukan sekitar dua pekan sebelum pemberitaan dan menunjukkan perbedaan waktu pengerjaan yang signifikan. Penyemprotan manual di lahan 35 are biasanya membutuhkan sekitar tujuh tangki dan waktu hingga dua jam, sedangkan dengan drone pekerjaan serupa selesai sekitar 30 menit berdasarkan pengamatannya.
Yusa menilai efisiensi ini berpotensi mengurangi beban tenaga kerja dan mempercepat proses pemupukan serta pemeliharaan tanaman, meski dampak terhadap biaya produksi dan hasil panen belum dievaluasi lebih jauh.
Luas lahan organik menyusut
Subak Jaka memiliki luas keseluruhan sekitar 48 hektare. Namun, lahan yang menerapkan pola pertanian padi organik jauh lebih kecil.
Menurut penjelasan Yusa yang dikutip media lokal, luas lahan padi organik Subak Jaka mencapai sekitar 10 hektare pada 2019. Luasan itu turun menjadi sekitar 5 hektare pada 2023 dan kembali menyusut hingga sekitar 3 hektare pada 2026.
Yusa menyebut tingginya biaya produksi dan pemeliharaan sebagai salah satu kendala utama bagi petani organik. Harga gabah dan beras organik disebut relatif lebih tinggi, tetapi belum sepenuhnya menutup beban biaya tambahan yang muncul dari pengelolaan lahan organik.
Kebutuhan pupuk organik menjadi bagian dari beban biaya tersebut. Menurut Yusa, pupuk organik yang dibeli petani berharga sekitar Rp1.800 per kilogram, sementara bantuan pupuk dari pemerintah belum mencukupi kebutuhan sepanjang tahun tanam.
Program pertanian terintegrasi yang dikembangkan pemerintah provinsi, seperti Simantri, menghasilkan pupuk organik padat dan cair yang dapat dimanfaatkan petani untuk mendukung pertanian organik. Namun, di Subak Jaka, bantuan pupuk organik padat yang diterima kelompok petani dilaporkan sekitar 10 kilogram per are sekali setahun, sehingga kebutuhan musim tanam berikutnya harus dipenuhi secara swadaya karena subak menanam padi dua kali setahun.
Data utama Subak Jaka dan uji coba drone
- Luas keseluruhan Subak Jaka: sekitar 48 hektare.
- Lahan padi organik pada 2019: sekitar 10 hektare.
- Lahan padi organik pada 2023: sekitar 5 hektare.
- Lahan padi organik pada 2026: sekitar 3 hektare.
- Lahan uji coba drone sprayer: 35 are di Tempek Tirtanadi.
- Harga drone sprayer dan kelengkapannya: sekitar Rp175 juta per unit.
Drone efektif, tetapi masih mahal
Dalam praktik pemupukan sebelumnya, petani Subak Jaka menyemprot lahan 35 are secara manual dengan mesin semprot dan membutuhkan sekitar tujuh tangki dan waktu hingga dua jam. Dengan drone sprayer, pekerjaan pada luasan yang sama dapat diselesaikan sekitar 30 menit, sehingga pemupukan lebih cepat dan beban tenaga kerja berkurang.
Meski demikian, harga perangkat menjadi hambatan utama pengadaan secara mandiri di tingkat petani. Satu unit drone sprayer beserta kelengkapannya diperkirakan mencapai sekitar Rp175 juta, sehingga kelompok tani organik berharap ada dukungan pemerintah untuk penyediaan alat tersebut.
Menurut Yusa, selain bantuan alat, petani juga perlu mendapat pelatihan operator drone agar pengoperasian dapat dilakukan oleh tenaga lokal dan tidak bergantung sepenuhnya pada pihak luar. Ia berpendapat bahwa penerapan teknologi modern seperti drone dapat membuat pekerjaan pertanian lebih praktis dan membantu keberlanjutan pola pertanian organik, sekaligus menjaga minat generasi muda terhadap profesi petani.
Dalam uji coba di Subak Jaka, drone sprayer yang digunakan merupakan milik pribadi rekan Yusa yang membantu pelaksanaan pemupukan di lahan Tempek Tirtanadi. Petani di subak ini masih mengkaji langkah lanjutan, termasuk kemungkinan penyusunan proposal bantuan pengadaan drone kepada pemerintah.
Sumber
- IDN Times Bali - Petani di Subak Jaka Tabanan Manfaatkan Drone Untuk Pemupukan
- Bali Post - Lahan Padi Organik Terus Tergerus, Petani Subak Jaka Coba Manfaatkan Drone
- Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali - Pertanian Organik Menuju Bali Pulau Organik
- Localise SDGs Indonesia - SIPADU Bali: Pupuk Organik Bermutu untuk Ketahanan Pangan dan Pengentasan Kemiskinan
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Hukum & Kriminal
Dua WNA Diduga Curi Uang Pedagang Sembako di Tabanan
Dua warga negara asing diduga mencuri uang tunai milik pedagang sembako di Bajera, Selemadeg, Tabanan, Bali. Polisi sudah memeriksa korban, saksi, dan…
Terbaru di Kabupaten/Kota

Baca juga





