ARMA Fest 2026 Hadirkan 895 Seniman di Ubud
ARMA Fest keempat berlangsung pada 19–20 September 2026 di Museum ARMA, Ubud, Gianyar. Festival ini menghadirkan 895 seniman dengan perpaduan pertunjukan tradisional, lokakarya, kompetisi baleganjur, dan pameran seni.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· 3 menit baca
Gianyar — Sebanyak 895 seniman dan penampil dari berbagai wilayah Bali terlibat dalam ARMA Fest 2026 di Museum ARMA, Jalan Raya Pengosekan, Ubud, Gianyar. Pagelaran seni edisi keempat ini berlangsung pada Sabtu–Minggu, 19–20 September 2026, dengan tema A Living Tradition menurut Ketua ARMA Fest 2026 I Made Sutama.
Sutama menyampaikan jumlah tersebut dalam konferensi pers di Museum ARMA pada Sabtu, 19 September 2026. Ia menjelaskan, para seniman dan penampil berasal dari sejumlah desa di Kecamatan Ubud hingga Ungasan, Kuta Selatan.
Festival ini diawali dengan pameran lukisan gaya Keliki yang dibuka pada Kamis, 17 September 2026. Pameran tersebut menampilkan karya perupa dari Desa Keliki, Gianyar, sebagai pengantar sebelum rangkaian utama ARMA Fest.
Pertunjukan dan lokakarya seni tradisional
Program utama ARMA Fest 2026 meliputi kompetisi baleganjur, lokakarya megendang, pameran seni rupa, pertunjukan, serta diskusi kebudayaan. Kompetisi baleganjur diikuti sembilan sekaa dari berbagai daerah di Bali dan berlangsung selama dua hari.
Berbeda dari lomba yang hanya menonjolkan penampilan di atas panggung, kompetisi baleganjur di ARMA Fest 2026 dirancang dengan prosesi ngarap sebelum peserta memasuki panggung terbuka. Menurut Sutama, konsep itu dipilih untuk memperlihatkan rangkaian tradisi baleganjur secara lebih utuh kepada penonton, dari arak-arakan hingga komposisi tabuh di arena utama.
Festival melibatkan anak-anak, pemuda, dan orang dewasa melalui berbagai lokakarya. Siswa sekolah dasar dan sekolah menengah pertama diundang mengikuti pembelajaran melukis dan megendang, yaitu memainkan gendang Bali, sebagai upaya menanamkan apresiasi seni sejak dini.
Data pokok kegiatan yang disampaikan panitia adalah sebagai berikut:
- Jumlah seniman dan penampil: 895 orang.
- Waktu festival utama: 19–20 September 2026.
- Pameran pendahuluan: pameran lukisan gaya Keliki pada 17 September 2026.
- Peserta kompetisi baleganjur: sembilan sekaa.
Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Gianyar I Wayan Adi Parbawa menyatakan dukungan terhadap penyelenggaraan ARMA Fest 2026. Menurut dia, festival semacam ini dapat memperkenalkan kekayaan seni dan budaya Gianyar kepada publik, dan menjadi ruang berbagi pengetahuan mengenai sejarah seni tari dan tabuh Bali.
Parbawa menambahkan, lokakarya megendang untuk anak usia dini yang digelar dalam rangkaian festival akan ditindaklanjuti kembali pada November 2026 dengan jumlah peserta yang dibatasi sekitar 80 orang. Ia juga menyoroti lokakarya melukis gaya Keliki sebagai sarana mengenalkan seni lokal Desa Keliki kepada generasi muda.
Upaya mendekatkan Museum ARMA kepada masyarakat Bali
Sutama menjelaskan, ARMA Fest diarahkan untuk menarik lebih banyak pengunjung muda dari Bali. Ia mengemukakan bahwa selama sekitar tiga dekade, pengunjung Museum ARMA masih didominasi wisatawan asing, sehingga festival diharapkan menjadi pintu masuk bagi masyarakat lokal untuk mengenal museum beserta koleksi seninya.
General Manager ARMA Museum & Resort, Made Suhartana, menyebut festival ini sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan tradisi Bali sekaligus mempertemukan masyarakat dengan seni dan budaya. Ia berharap kegiatan berbasis budaya seperti ARMA Fest ikut berkontribusi pada peningkatan kualitas pariwisata Bali melalui penguatan ekosistem seni.
Ketua Yayasan ARMA, Agung Yudi, menambahkan bahwa keberadaan ARMA dibangun melalui kontribusi para seniman dan budayawan. Menurut dia, ARMA Fest menjadi ruang perjumpaan antara warisan seni yang telah lama hidup dan bentuk ekspresi yang lebih baru, dengan tetap menjaga martabat seni dan budaya Bali.
Sumber
Berita berikutnya

PSN Bali Telusuri Jejak Aksara Nusantara hingga Aksara Bali
Seminar Eksplorasi Paleografi Nusantara yang digelar PSN Bali di Denpasar membahas hubungan Devanagari, Pranagari, dan aksara daerah, sekaligus menega…

