Ambara Usulkan Bali Jadi Pusat Pengembangan PFII
Gede Ngurah Ambara Putra mengusulkan Bali menjadi pusat pengembangan PFII untuk memperluas pertumbuhan ekonomi di luar pariwisata. Lokasinya masih dievaluasi pemerintah.
Oleh Arsyid Muhamad
· 2 menit baca
Denpasar — Gede Ngurah Ambara Putra meminta pemerintah pusat mempertimbangkan Bali sebagai pusat pengembangan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) pada Minggu (11/10/2026). Usulan itu disampaikan di Denpasar, Kota Denpasar, karena PFII dinilai dapat membuka sumber pertumbuhan ekonomi baru di luar pariwisata konvensional.
Ambara, praktisi ekonomi dan pemerhati budaya Bali, menyebut Bali berpeluang menjadi pusat keuangan berstandar internasional. Ia mengusulkan pembagian peran: Jakarta menjadi pusat keuangan domestik, sedangkan Bali mengembangkan layanan keuangan internasional.
Namun, Bali belum ditetapkan sebagai lokasi PFII. Lokasinya masih dalam tahap evaluasi pemerintah. Presiden Prabowo Subianto sebelumnya mengumumkan Jakarta sebagai lokasi sementara PFII, sekaligus membuka kemungkinan pengembangan di Bali dan wilayah lain.
Usulan PFII Bali dapat memperluas pilihan ekonomi di luar pariwisata
Bagi pembaca di Bali, wacana ini berarti arah pengembangan ekonomi daerah masih dibahas, bukan keputusan pembangunan yang berlaku hari ini. Jika kelak dipilih, pusat finansial internasional berpotensi membawa investasi dan pengelolaan kekayaan berskala internasional ke Bali, tetapi dampaknya perlu dikaji terhadap ruang, lingkungan, budaya, tenaga kerja lokal, dan masyarakat.
Gagasan tersebut juga membutuhkan kerangka hukum, pengawasan jasa keuangan, kesiapan infrastruktur, kepastian investasi, ketentuan perpajakan, transparansi kepemilikan manfaat, serta pencegahan pencucian uang. Ambara meminta pemerintah daerah dan masyarakat Bali ikut mengawal pembahasan dengan menyiapkan regulasi yang melindungi tata ruang, tenaga kerja lokal, dan keberlanjutan budaya.
Sampai laporan ini diterbitkan, pemerintah belum menyatakan lokasi final PFII di Bali maupun jadwal pembangunan. Perubahan bagi pembaca hari ini adalah belum ada tarif, jadwal, jalur, atau tenggat layanan baru yang ditetapkan terkait PFII di Bali.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Data Bali
BMKG Prakirakan Bali Cerah, Bangli Berudara Kabur
Pada Sabtu, 10 Oktober 2026, Bangli menjadi satu-satunya wilayah Bali yang diprakirakan mengalami udara kabur. Suhu diperkirakan 17-21°C dengan kelemb…
Terbaru di Pariwisata

Berita utama hari ini

Baca juga





