Bali Aktual

Sabtu, 10 Oktober 2026

Wisman Badung September Capai 671.014, India Naik 19,44 Persen

Sebanyak 671.014 wisman datang ke Badung pada September 2026. Australia memimpin dengan 169.782 orang, sementara India mencapai 43.027 orang setelah naik 19,44 persen dari Agustus.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Pemandangan udara sawah terasering hijau berundak yang luas.
Ilustrasi: Pemandangan udara sawah terasering hijau berundak yang luas. · Foto: Quang Nguyen Vinh / Pexels

Mangupura — Data 9 Oktober 2026 mencatat 671.014 wisatawan mancanegara (wisman) datang ke Kabupaten Badung pada September 2026. Australia menjadi pasar terbesar dengan 169.782 orang, sedangkan India mencapai 43.027 orang atau naik 19,44 persen dibandingkan Agustus.

Angka tersebut berasal dari catatan Dinas Pariwisata Kabupaten Badung. Jumlah wisman Australia menyumbang 25,3 persen dari total kunjungan September. India menempati posisi ketiga pasar wisman terbesar pada bulan yang sama.

Angka India memberi sinyal bagi layanan wisata Badung

Bagi pelaku usaha dan pembaca di Badung, perubahan komposisi pasar ini dapat menjadi acuan untuk menyiapkan layanan bagi wisatawan India, tanpa mengabaikan pasar Australia yang masih memimpin. Data ini juga membantu membaca pergerakan kunjungan di kawasan wisata Kabupaten Badung, termasuk Kecamatan Kuta dan akses Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Tuban, Kecamatan Kuta.

Sebelumnya, data kedatangan melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai menunjukkan wisatawan India rata-rata mencapai sekitar 1.415 orang per hari pada September. Hingga 17 September, India tercatat 24.063 orang dan berada di posisi kedua berdasarkan data perlintasan saat itu. Data bulanan terbaru kemudian mencatat total India 43.027 orang untuk September.

Australia tetap menjadi pasar utama. Pada September, kedatangannya mencapai 169.782 orang melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Total wisman Badung pada bulan tersebut mencapai 671.014 orang.

Perubahan yang bisa dipakai pembaca hari ini adalah menyesuaikan informasi, layanan, dan promosi wisata dengan dua pasar utama tersebut. Tarif, jadwal penerbangan, serta kebijakan operasional tidak disebutkan dalam laporan, sehingga belum ada perubahan layanan harian yang dapat diumumkan dari data ini.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Pariwisata

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.