Bali Aktual

Sabtu, 10 Oktober 2026

Badung Targetkan 100 Persen Rumah Tangga Pilah Sampah pada Desember

Pemkab Badung menargetkan seluruh rumah tangga memilah sampah dari sumbernya mulai Desember 2026. Bupati Adi Arnawa menyebut target 100 persen bisa tercapai pada akhir tahun.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Seseorang memegang botol plastik di samping tempat sampah berlabel plastik di dalam dapur.
Ilustrasi: Seseorang memegang botol plastik di samping tempat sampah berlabel plastik di dalam dapur. · Foto: SHVETS production / Pexels

Mangupura — Pemerintah Kabupaten Badung menargetkan seluruh rumah tangga memilah sampah dari sumbernya mulai Desember 2026. Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyatakan optimistis target pemilahan sampah rumah tangga sebesar 100 persen tercapai pada akhir 2026.

Target itu disampaikan dalam sosialisasi Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) bertajuk “Akselerasi Badung Menuju Mandiri Badung”. Pemilahan diminta dimulai dari rumah masing-masing, sehingga sampah dipisahkan sebelum dibawa ke fasilitas pengolahan.

Untuk mengejar sasaran tersebut, Pemerintah Kabupaten Badung mengoptimalkan tempat pengolahan sampah reuse, reduce, recycle (TPS3R) dan tempat pengolahan sampah terpadu (TPST). Kegiatan sosialisasi juga diarahkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dan partisipasi krama.

Pemilahan dari rumah menentukan perubahan layanan sampah di Badung

Bagi pembaca di Badung, keputusan ini berarti kebiasaan membuang sampah bercampur perlu berubah mulai dari rumah tangga. Kabupaten Badung mencakup sejumlah kecamatan, termasuk Kuta, Kuta Utara, Kuta Selatan, Mengwi, Abiansemal, dan Petang. Di tingkat desa adat atau banjar, pelaksanaan kebersihan dapat melibatkan krama sesuai aturan setempat, termasuk awig-awig, yaitu aturan adat yang disepakati bersama.

Pesan pemerintah daerah dalam sosialisasi tersebut adalah penerapan pemilahan dimulai dari rumah tangga masing-masing. Anak-anak sekolah yang hadir disebut telah memahami dan sebagian sudah menjalankannya. Pemerintah berharap momentum sosialisasi meningkatkan persentase partisipasi masyarakat agar target tahun 2026 tercapai.

Perubahan yang perlu diperhatikan pembaca hari ini adalah pemisahan sampah sejak dari sumbernya. Laporan yang tersedia tidak menyebut perubahan tarif, jadwal pengangkutan, atau tenggat administratif baru. Tahap berikutnya yang disebut adalah penguatan sosialisasi serta optimalisasi TPS3R dan TPST menuju target akhir 2026.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Lingkungan

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.