Bali Aktual

Sabtu, 10 Oktober 2026

Inflasi Bali Naik, Koperasi Subak Didorong Serap Panen

Inflasi Bali pada September 2026 mencapai 3,79 persen secara tahunan, naik dari 3,45 persen pada Agustus. Koperasi subak didorong menyerap dan mengolah hasil panen petani.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Beras putih mentah tumpah dari cangkir keramik di atas permukaan datar.
Ilustrasi: Beras putih mentah tumpah dari cangkir keramik di atas permukaan datar. · Foto: MART PRODUCTION / Pexels

Denpasar — Inflasi Provinsi Bali mencapai 3,79 persen secara tahunan pada September 2026, naik dari 3,45 persen pada Agustus 2026. Pemerintah Provinsi Bali mendorong koperasi berbasis subak menjadi pengolah sekaligus offtaker hasil pertanian untuk membantu menjaga stabilitas harga menjelang akhir tahun.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali menunjukkan inflasi tahunan September 2026 berada di atas batas atas sasaran nasional sebesar 3,5 persen. Secara bulanan, inflasi Bali tercatat 0,32 persen. Tekanan harga terutama datang dari kebutuhan pangan dan transportasi.

Sejumlah komoditas yang disebut sebagai pendorong inflasi tahunan ialah bensin, cabai rawit, dan daging ayam ras. Bensin menyumbang andil inflasi terbesar, sedangkan kenaikan cabai rawit dan daging ayam ras menambah tekanan pada pengeluaran rumah tangga.

Koperasi subak diarahkan menjaga harga dan pasar petani

Koperasi berbasis subak merupakan koperasi yang dibangun dari kelembagaan pengairan dan pertanian Bali. Konsep ini diarahkan untuk menyerap gabah petani, mengolahnya menjadi beras, lalu memasarkannya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Bali.

Dengan peran sebagai offtaker atau pembeli hasil panen, koperasi dapat memberi kepastian pasar ketika panen raya dan mengurangi ketergantungan petani pada mekanisme pasar. Koperasi juga dapat bekerja sama dengan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) atau pihak lain untuk membiayai pengolahan hasil pertanian.

Bagi pembaca di Bali, perubahan yang perlu diperhatikan hari itu adalah tekanan harga pangan masih menjadi bagian dari persoalan inflasi. Kabupaten Tabanan mencatat inflasi tahunan tertinggi sebesar 4,54 persen, disusul Kabupaten Badung 3,95 persen dan Kota Singaraja 3,87 persen. Kota Denpasar tercatat 3,42 persen.

Penguatan koperasi subak diharapkan membuat hasil panen lebih mudah terserap, pasokan beras lebih terarah, dan pemasaran petani lebih pasti. Laporan yang tersedia belum menyebutkan jadwal pelaksanaan atau target pembentukan koperasi berikutnya.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Ekonomi

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.