Inflasi Bali Naik, Koperasi Subak Didorong Serap Panen
Inflasi Bali pada September 2026 mencapai 3,79 persen secara tahunan, naik dari 3,45 persen pada Agustus. Koperasi subak didorong menyerap dan mengolah hasil panen petani.
Oleh Pandi Muktar
· 2 menit baca
Denpasar — Inflasi Provinsi Bali mencapai 3,79 persen secara tahunan pada September 2026, naik dari 3,45 persen pada Agustus 2026. Pemerintah Provinsi Bali mendorong koperasi berbasis subak menjadi pengolah sekaligus offtaker hasil pertanian untuk membantu menjaga stabilitas harga menjelang akhir tahun.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali menunjukkan inflasi tahunan September 2026 berada di atas batas atas sasaran nasional sebesar 3,5 persen. Secara bulanan, inflasi Bali tercatat 0,32 persen. Tekanan harga terutama datang dari kebutuhan pangan dan transportasi.
Sejumlah komoditas yang disebut sebagai pendorong inflasi tahunan ialah bensin, cabai rawit, dan daging ayam ras. Bensin menyumbang andil inflasi terbesar, sedangkan kenaikan cabai rawit dan daging ayam ras menambah tekanan pada pengeluaran rumah tangga.
Koperasi subak diarahkan menjaga harga dan pasar petani
Koperasi berbasis subak merupakan koperasi yang dibangun dari kelembagaan pengairan dan pertanian Bali. Konsep ini diarahkan untuk menyerap gabah petani, mengolahnya menjadi beras, lalu memasarkannya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Bali.
Dengan peran sebagai offtaker atau pembeli hasil panen, koperasi dapat memberi kepastian pasar ketika panen raya dan mengurangi ketergantungan petani pada mekanisme pasar. Koperasi juga dapat bekerja sama dengan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) atau pihak lain untuk membiayai pengolahan hasil pertanian.
Bagi pembaca di Bali, perubahan yang perlu diperhatikan hari itu adalah tekanan harga pangan masih menjadi bagian dari persoalan inflasi. Kabupaten Tabanan mencatat inflasi tahunan tertinggi sebesar 4,54 persen, disusul Kabupaten Badung 3,95 persen dan Kota Singaraja 3,87 persen. Kota Denpasar tercatat 3,42 persen.
Penguatan koperasi subak diharapkan membuat hasil panen lebih mudah terserap, pasokan beras lebih terarah, dan pemasaran petani lebih pasti. Laporan yang tersedia belum menyebutkan jadwal pelaksanaan atau target pembentukan koperasi berikutnya.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Data Bali
Penyaluran Pertalite Bali Capai 74,4 Persen Kuota 2026
Pertamina mencatat penyaluran Pertalite Bali mencapai 4.239.187 kiloliter hingga 30 September 2026. Tanpa pengendalian, realisasi akhir tahun diproyek…
Terbaru di Ekonomi

Berita utama hari ini

Baca juga





