Bali Aktual

Jumat, 9 Oktober 2026

Inflasi Bali Turun Jadi 0,32 Persen pada September 2026

Inflasi bulanan Bali turun menjadi 0,32% pada September 2026 dari 0,61% pada Agustus. Daging ayam ras dan cabai rawit menjadi tekanan utama.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Cabai rawit merah segar di dalam mangkuk putih dan di atas tikar anyaman.
Ilustrasi: Cabai rawit merah segar di dalam mangkuk putih dan di atas tikar anyaman. · Foto: hartono subagio / Pexels

Denpasar — Inflasi bulanan Bali turun menjadi 0,32% pada September 2026 dari 0,61% pada Agustus, menurut rilis Pemerintah Provinsi Bali yang diperbarui 8 Oktober 2026.

Tekanan harga pada September terutama datang dari daging ayam ras dan cabai rawit. Daging ayam ras mengalami inflasi 5,97% dengan andil 0,16 persen, sedangkan cabai rawit naik 23,27% dan menyumbang 0,10 persen terhadap inflasi bulanan Bali.

Komoditas lain yang disebut sebagai sumber tekanan ialah air kemasan, biaya akademik, jeruk, bahan bakar rumah tangga, dan beras. Rincian ini menunjukkan bahwa perubahan harga kebutuhan pangan dan pengeluaran rumah tangga masih menjadi hal yang perlu diperhatikan krama di Bali.

Yang berubah bagi pembaca Bali hari ini

Angka inflasi bulanan memang melandai dibandingkan Agustus, tetapi harga sejumlah kebutuhan harian masih bergerak naik. Pembaca di Denpasar, Badung, Tabanan, Buleleng, dan kabupaten/kota lain perlu mencermati belanja daging ayam ras, cabai rawit, beras, air kemasan, serta bahan bakar rumah tangga.

Data BPS Provinsi Bali yang dikutip dalam rilis pemerintah mencatat inflasi bulanan September sebesar 0,32% (mtm), lebih rendah daripada 0,61% pada Agustus. Laporan media juga menyebut Badung mencatat inflasi bulanan tertinggi sebesar 0,55 persen, disusul Tabanan 0,46 persen, Denpasar 0,21 persen, dan Singaraja 0,19 persen.

Perubahan yang bisa dipakai pembaca hari ini adalah menyesuaikan anggaran belanja untuk komoditas yang menjadi penyumbang utama. Pemantauan harga pasar tetap diperlukan karena angka provinsi tidak selalu menggambarkan harga di setiap banjar atau kecamatan.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Ekonomi

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.