Abrasi Pantai Kelan Rusak 703 Meter Pesisir dan Sembilan Kafe Tradisional
Abrasi pada awal Februari 2023 di Pantai Kelan, Badung, memukul garis pantai sekitar 703 meter dan merusak sembilan kafe tradisional di lima zona pesisir.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· 3 menit baca
Badung — Abrasi di Pantai Kelan, Kelurahan Tuban, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, pada awal Februari 2023 tercatat merusak garis pantai sekitar 703 meter dan berdampak pada lima zona kegiatan wisata dan adat di pesisir.
Jero Bendesa Adat Kelan I Wayan Sukerana menjelaskan abrasi mulai terlihat sejak Januari 2023 dan mencapai puncak pada awal Februari 2023, dengan kerusakan bangunan terjadi antara lain pada malam 14 Februari 2023.
Menurut pemetaan yang disampaikan Sukerana dan dikutip sejumlah media, dampak abrasi mencakup lima zona di Pantai Kelan dengan rincian:
- Zona kafe modern: sekitar 243,4 meter.
- Zona kawasan suci: sekitar 72 meter.
- Pangkalan jukung nelayan: sekitar 145 meter.
- Zona warung atau kafe tradisional: sekitar 174 meter.
- Zona rekreasi: sekitar 67,5 meter.
Dampak terhadap bangunan dan aktivitas warga
Abrasi mengikis pasir di sempadan pantai sehingga pondasi bangunan di tepi pantai kehilangan penopang. Sejumlah warung atau kafe tradisional yang dibangun di atas anjungan kayu dan beton rusak parah.
Jero Bendesa Adat Kelan menyebut ada sekitar sembilan bangunan kafe tradisional yang terdampak abrasi pada periode itu. Salah satu bangunan merupakan kafe yang dikelola pemuda melalui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Bangunan tersebut dilaporkan ambruk saat akan diresmikan, dengan nilai pembangunan diperkirakan sekitar Rp125 juta menurut Sukerana.
Ia menilai abrasi pada awal 2023 sebagai yang paling berat dalam beberapa tahun terakhir. Menurut Sukerana, pengikisan pasir sudah terjadi tiga sampai empat tahun, tetapi kondisi pada Februari 2023 dinilai paling parah karena sampai merusak deretan bangunan di tepi pantai.
Sampah kiriman dan penanganan pesisir
Selain menggerus pasir, abrasi di Pantai Kelan pada Februari 2023 diikuti kiriman sampah kayu dan plastik dalam jumlah besar ke garis pantai. Anggota Pokdarwis, Agung Rai, menyatakan sampah kayu mulai membanjiri pantai sejak 13 Februari 2023, disertai sampah plastik yang terbawa arus laut.
Dalam kegiatan gotong royong pada 19 Februari 2023, warga Desa Adat Kelan bersama petugas berhasil mengumpulkan sekitar 15 ton sampah dari ujung ke ujung Pantai Kelan. Menurut Agung Rai, sekitar 60 persen dari sampah tersebut berupa kayu, sedangkan sekitar 40 persen berupa plastik.
Kegiatan bersih pantai melibatkan ratusan warga dan mendapatkan dukungan teknis dari instansi lingkungan hidup setempat untuk pengangkutan sampah yang sudah dikumpulkan di pesisir. Pembersihan dilakukan menyusul penumpukan sampah di sepanjang pantai yang terjadi bersamaan dengan kejadian abrasi.
Koordinasi dan kebutuhan perlindungan pantai
Prajuru adat dan pengelola Pantai Kelan menyampaikan kondisi abrasi dan kerusakan bangunan kepada pemerintah daerah, termasuk instansi penanggulangan bencana dan lingkungan hidup. Mereka berharap adanya langkah rehabilitasi pantai, antara lain melalui penataan kembali zona wisata dan perlindungan garis pantai.
Kajian akademik tentang pesisir di sekitar Bandara I Gusti Ngurah Rai menunjukkan Pantai Kelan sebagai salah satu lokasi yang mengalami abrasi paling besar dibanding pantai tetangga, dengan rata-rata perubahan garis pantai negatif pada periode 2019–2023. Studi tersebut mengaitkan dinamika abrasi dan akresi di Pantai Kelan dengan aktivitas reklamasi dan perubahan karakter gelombang sehingga pesisir rentan terhadap pengikisan pasir.
Desa adat dan pihak terkait mendorong agar rencana penataan dan perlindungan pantai mempertimbangkan zonasi yang sudah berkembang di Pantai Kelan, termasuk zona melasti, zona kafe dan warung, zona penambatan jukung, serta zona rekreasi. Penataan dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan aktivitas pariwisata, akses nelayan, serta fungsi sosial budaya pantai di wilayah tersebut.
Sumber
Berita berikutnya
PLTMH Panji Muara di Sambangan Pasok Listrik ke Jaringan PLN
PLTMH Panji Muara di Desa Sambangan, Buleleng, memasok listrik ke jaringan PLN sejak 2016. Pembangkit ini memanfaatkan Tukad Tiyingtali, dengan kapasi…
Baca juga


