Bali Aktual

Minggu, 20 September 2026

93 Korban Laporkan Dugaan Penipuan Jual-Beli Emas di Denpasar

Sebanyak 93 orang melaporkan dugaan penipuan jual-beli emas ke Ditreskrimum Polda Bali pada Sabtu, 19 September 2026.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 3 menit baca

Denpasar — Sebanyak 93 orang melaporkan dugaan penipuan jual-beli emas ke Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Bali pada Sabtu, 19 September 2026, dengan nilai kerugian yang oleh tim pendamping korban diperkirakan sekitar Rp7 miliar.

Para pelapor sebelumnya berkumpul untuk pendataan sebelum berjalan bersama menuju kantor Ditreskrimum Polda Bali. Pendataan dilakukan oleh Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Relawan Advokasi Nusantara.

Ketua Tim Yayasan LBH Relawan Advokasi Nusantara, Putu Ari Sagita, mengatakan terdapat tiga perusahaan yang dilaporkan dalam pengaduan masyarakat tersebut, yakni PT New Devine Gems And Jewellery, PT Nellava Refinery And Bullion, dan PT New Emas Now.

Menurut penjelasan Putu Ari Sagita, dugaan modus penipuan meliputi tiga skema transaksi, yaitu pre-order, buyback, dan peningkatan gramasi. Dalam skema pre-order, emas yang telah dipesan disebut tidak kunjung diserahkan, sementara dalam skema buyback, emas sudah dijual kembali tetapi pembayaran tidak diterima korban.

Rincian laporan dan kerugian

Putu Ari Sagita menyebut jumlah korban yang mengadu pada 19 September 2026 sebanyak 93 orang, dengan total kerugian sekitar Rp7 miliar berdasarkan data yang dihimpun dari para pelapor. Pengaduan disampaikan dalam bentuk laporan masyarakat ke Ditreskrimum Polda Bali.

Sebelumnya, 23 orang telah melaporkan dugaan penipuan atau penggelapan terkait investasi emas pada perusahaan PT New Emas Now. Menurut laporan tersebut, total kerugian yang dialami 23 korban mencapai sekitar Rp6,8 miliar.

Salah satu korban yang diwawancarai media lokal mengaku mengalami kerugian sekitar Rp111 juta dari transaksi penjualan logam mulia Antam seberat 10 gram dan emas Galeri 24 seberat 29 gram. Korban menyampaikan bahwa pembayaran yang tercantum dalam invoice seharusnya diterima pada 9 September 2026, namun hingga saat wawancara dilakukan belum dibayar.

Korban tersebut menyatakan sebelumnya telah beberapa kali bertransaksi dengan pihak butik emas dan pembayaran selalu diterima. Setelah pembayaran terakhir tidak masuk, ia mendatangi butik di kawasan Renon, Denpasar, pada 10 September 2026 dan mendapati banyak orang berkumpul di lokasi yang sama.

Data yang muncul dalam pemberitaan media meliputi:

  • Jumlah korban yang mengadu pada 19 September 2026: 93 orang.
  • Perkiraan total kerugian yang disampaikan tim pendamping: sekitar Rp7 miliar.
  • Perusahaan yang disebut dalam pengaduan: PT New Devine Gems And Jewellery, PT Nellava Refinery And Bullion, dan PT New Emas Now.
  • Laporan sebelumnya: 23 korban dengan kerugian sekitar Rp6,8 miliar terkait PT New Emas Now.

Status penanganan

Salah satu korban berinisial L telah melaporkan dugaan penipuan atau penggelapan yang terkait dengan PT New Emas Now ke Polda Bali pada Jumat, 11 September 2026. Laporan itu tercatat dengan nomor LP/B/782/IX/2026/SPKT/POLDA BALI dan memuat tiga nama terlapor, masing-masing berinisial ML, PAL, dan JKR.

ML disebut sebagai direktur keuangan PT New Emas Now, sementara peran PAL dan JKR masih diselidiki. Kepala Bidang Humas Polda Bali Komisaris Besar Ariasandy menjelaskan bahwa perkara tersebut masih dalam tahap penyelidikan.

Kantor perusahaan yang dilaporkan berada di kawasan Renon disebut telah tidak beroperasi dan tertutup saat didatangi sejumlah korban. Hingga pemberitaan-pemberitaan tersebut terbit, media lokal menyatakan belum memperoleh tanggapan dari pihak perusahaan maupun para terlapor.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.