435 Atlet Ikuti Singaraja Open Taekwondo 2026, Buleleng Bidik Dua Emas Porprov
Singaraja Open Taekwondo Championship 2026 di GOR FOK Undiksha Singaraja diikuti 435 atlet dari kabupaten/kota di Bali.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Singaraja — Sebanyak 435 atlet dari berbagai kabupaten/kota di Bali mengikuti Singaraja Open Taekwondo Championship 2026 di GOR Fakultas Olahraga dan Kesehatan (FOK) Undiksha Singaraja pada 12–13 September 2026. Kejuaraan yang digelar Pengurus Kabupaten Taekwondo Indonesia (Pengkab TI) Buleleng ini dimanfaatkan untuk menjaring dan memetakan atlet menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali 2027.
Ketua Pengkab TI Buleleng Ida Bagus Gde Surya Bharata menyatakan, Singaraja Open menjadi momentum untuk menghidupkan kembali kejuaraan terbuka taekwondo di daerah itu setelah sekitar enam tahun tidak menggelar kompetisi serupa. Ia menyebut turnamen ini sebagai ajang uji tanding sekaligus pembinaan berjenjang, dengan harapan dapat menambah pengalaman bertanding dan meningkatkan kemampuan atlet.
Menurut Surya Bharata, TI Buleleng menerapkan sistem klasifikasi atau layering untuk memetakan kemampuan atlet. Dari pemetaan tersebut, organisasi mulai menyusun tim bayangan yang diproyeksikan mengisi kuota kontingen Buleleng pada Pekan Olahraga Pelajar (Porjar) maupun Porprov Bali 2027.
Distribusi peserta dan nomor pertandingan
Ketua panitia Singaraja Open Taekwondo Championship 2026 Putu Sadnyana menjelaskan, kejuaraan berlangsung selama dua hari, 12 hingga 13 September 2026. Dari total 435 peserta, sebanyak 403 atlet mengikuti kategori kyorugi, sedangkan 32 atlet turun pada kategori poomsae.
Kelompok usia yang dipertandingkan meliputi Super Pra-Cadet, Pra-Cadet, Cadet, Junior, hingga Senior, dengan pembagian kategori Pemula dan Prestasi. Sadnyana menambahkan, turnamen ini dimanfaatkan untuk mengukur hasil pembinaan di masing-masing dojang serta menambah jam terbang para atlet.
Peserta berasal dari sejumlah kabupaten/kota di Bali, di antaranya Denpasar, Badung, Bangli, Gianyar, Jembrana, dan Buleleng. Tuan rumah Buleleng menurunkan 93 atlet pada kejuaraan yang diikuti 435 atlet dari enam daerah tersebut.
Menurut panitia, penyelenggara berharap Singaraja Open dapat terus berkembang dan pada masa mendatang dapat diperluas, termasuk menjadi ajang yang menarik minat peserta dari luar Bali.
Target Buleleng pada Porprov 2027
Bagi TI Buleleng, hasil pemetaan dalam Singaraja Open menjadi salah satu dasar untuk memperkuat persiapan menuju Porprov Bali 2027. Surya Bharata menyebut, Pengkab TI Buleleng memasang target minimal dua medali emas pada ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.
Ia menjelaskan, pembinaan dan pemantauan atlet dilakukan sejak jauh hari melalui kejuaraan seperti Singaraja Open dan rangkaian latihan terstruktur. Sistem layering diterapkan untuk mengutamakan atlet yang dinilai memiliki peluang lebih besar meraih prestasi, sementara atlet lain tetap disiapkan sebagai bagian dari kaderisasi dan regenerasi.
Selain berfungsi sebagai kompetisi, kejuaraan ini mempertemukan atlet taekwondo dari berbagai daerah di Bali. Menurut Surya Bharata, interaksi antaratlet diharapkan dapat memperluas pengalaman bertanding dan memperkuat jaringan pembinaan taekwondo di tingkat kabupaten dan provinsi.
Konteks
Singaraja Open Taekwondo Championship 2026 digelar di GOR FOK Undiksha Singaraja pada 12–13 September 2026. Kejuaraan ini menjadi salah satu upaya TI Buleleng menghidupkan kembali atmosfer kompetisi taekwondo terbuka di Buleleng setelah sekitar enam tahun vakum, sekaligus diarahkan untuk mendukung persiapan Porjar dan Porprov Bali 2027.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini
Pariwisata
Kolam di Air Terjun Toya Bulan, Banyu Wana Amertha, dan Taman Sari
Sejumlah air terjun di Bali, seperti Toya Bulan di Bangli, Banyu Wana Amertha di Buleleng, dan Taman Sari di Gianyar, menawarkan kolam berendam bagi w…
Terbaru di Kabupaten/Kota
Baca juga




