Bali Aktual

Senin, 21 September 2026

417 Bonsai dan Adenium Dipamerkan di Ketewel

Sebanyak 417 bonsai dan adenium dipamerkan di Wantilan Jaba Pura Payogan Agung, Desa Ketewel, Gianyar. Acara yang berlangsung sejak 29 Agustus 2026 itu dibuka Bupati I Made Mahayastra pada 1 September 2026.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: 500px provided description: A Forgotten Temple Bali Indonesia [#lake ,#reflection ,#river ,#pier ,#pond ,#riverbank ,#footbridge ,#jetty ,#weeping w…
Foto arsip: 500px provided description: A Forgotten Temple Bali Indonesia [#lake ,#reflection ,#river ,#pier ,#pond ,#riverbank ,#footbridge ,#jetty ,#weeping willow ,#boardwalk ,#ar. · Foto: Bhasker Thodla / Wikimedia Commons, CC BY 3.0

Gianyar — Sebanyak 417 bonsai dan adenium dipamerkan dalam rangkaian pameran dan kontes di Wantilan Jaba Pura Payogan Agung, Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Kegiatan itu berlangsung sejak Sabtu, 29 Agustus 2026, dan dibuka oleh Bupati Gianyar I Made Mahayastra pada Selasa, 1 September 2026.

Pameran tersebut menampilkan tanaman hias bernilai seni tinggi dan diikuti ratusan peserta. Laporan BALIPOST.com menyebut sejumlah tanaman yang tampil pernah meraih prestasi di tingkat nasional.

Acara ini juga memuat workshop dan seminar bonsai bagi peserta. Dalam laporan yang sama, kegiatan tersebut dipandang sebagai ruang pertemuan penghobi, pelaku usaha, pemerintah, dan warga setempat.

Pemerintah Kabupaten Gianyar memberikan uang pembinaan Rp20 juta kepada panitia. Dukungan itu disampaikan sebagai bagian dari dorongan agar komunitas bonsai terus berkembang dan memberi nilai ekonomi bagi masyarakat.

Perbekel Desa Ketewel menilai kegiatan itu sejalan dengan arah pengembangan Ketewel sebagai desa budaya. Wantilan Jaba Pura Payogan Agung dipakai sebagai ruang publik untuk seni dan budaya dalam penyelenggaraan acara tersebut.

Dari sisi pengamanan, kegiatan ini melibatkan unsur kepolisian, TNI, pecalang, dan pemerintah desa. Personel Polsek Sukawati bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Ketewel disebut memantau jalannya acara agar berlangsung tertib.

Perawatan bonsai dipandang memiliki nilai disiplin dan kesabaran, bukan semata urusan estetika. Dalam konteks itu, pameran di Ketewel menjadi ajang menampilkan teknik pembentukan, estetika, dan hasil pemeliharaan tanaman kepada publik.

Selain bonsai, adenium juga masuk dalam gelaran yang sama. Namun, laporan yang tersedia tidak merinci pembagian jumlah tanaman per jenis, kategori lomba, maupun daftar pemenang.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.