417 Bonsai dan Adenium Dipamerkan di Ketewel
Sebanyak 417 bonsai dan adenium dipamerkan di Wantilan Jaba Pura Payogan Agung, Desa Ketewel, Gianyar. Acara yang berlangsung sejak 29 Agustus 2026 itu dibuka Bupati I Made Mahayastra pada 1 September 2026.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 2 menit baca
Gianyar — — Sebanyak 417 bonsai dan adenium dipamerkan dalam rangkaian pameran dan kontes di Wantilan Jaba Pura Payogan Agung, Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Kegiatan itu berlangsung sejak Sabtu, 29 Agustus 2026, dan dibuka oleh Bupati Gianyar I Made Mahayastra pada Selasa, 1 September 2026.
Pameran tersebut menampilkan tanaman hias bernilai seni tinggi dan diikuti ratusan peserta. Laporan BALIPOST.com menyebut sejumlah tanaman yang tampil pernah meraih prestasi di tingkat nasional.
Acara ini juga memuat workshop dan seminar bonsai bagi peserta. Dalam laporan yang sama, kegiatan tersebut dipandang sebagai ruang pertemuan penghobi, pelaku usaha, pemerintah, dan warga setempat.
Pemerintah Kabupaten Gianyar memberikan uang pembinaan Rp20 juta kepada panitia. Dukungan itu disampaikan sebagai bagian dari dorongan agar komunitas bonsai terus berkembang dan memberi nilai ekonomi bagi masyarakat.
Perbekel Desa Ketewel menilai kegiatan itu sejalan dengan arah pengembangan Ketewel sebagai desa budaya. Wantilan Jaba Pura Payogan Agung dipakai sebagai ruang publik untuk seni dan budaya dalam penyelenggaraan acara tersebut.
Dari sisi pengamanan, kegiatan ini melibatkan unsur kepolisian, TNI, pecalang, dan pemerintah desa. Personel Polsek Sukawati bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Ketewel disebut memantau jalannya acara agar berlangsung tertib.
Perawatan bonsai dipandang memiliki nilai disiplin dan kesabaran, bukan semata urusan estetika. Dalam konteks itu, pameran di Ketewel menjadi ajang menampilkan teknik pembentukan, estetika, dan hasil pemeliharaan tanaman kepada publik.
Selain bonsai, adenium juga masuk dalam gelaran yang sama. Namun, laporan yang tersedia tidak merinci pembagian jumlah tanaman per jenis, kategori lomba, maupun daftar pemenang.
Sumber
Berita berikutnya

Desa Pikat Klungkung dan Jejak Tradisi Mepikat
Asal-usul Desa Pikat di Kecamatan Dawan, Klungkung, dikaitkan dengan tradisi mepikat atau menangkap burung perkutut. Kini, kisah penamaan desa itu dir…

