Victoria Titisari Siapkan Beauties for SDGs ke Miss International 2026
Putri Indonesia Lingkungan 2026, Victoria Veronica Titisari Kosasieputri, menyiapkan Beauties for SDGs dan pameran seni Mulasara sebagai advokasi pendidikan dan budaya yang akan dibawanya saat mewakili Indonesia di Miss International 2026…
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· 3 menit baca
Denpasar — Putri Indonesia Lingkungan 2026, Victoria Veronica Titisari Kosasieputri, menyiapkan program Beauties for SDGs sebagai advokasi yang akan dibawanya saat mewakili Indonesia dalam ajang Miss International 2026 di Tokyo, Jepang, yang malam finalnya dijadwalkan berlangsung pada 25 November 2026.
Dalam kegiatan temu sapa dengan Pageant Lovers Bali dan pembukaan pameran seni rupa kontemporer bertajuk Mulasara di Puri Agung Pemecutan, Denpasar, Victoria menjelaskan bahwa Beauties for SDGs menjadi proyek advokasi yang dikedepankan oleh organisasi Miss International dan wajib dimiliki setiap delegasi.
Victoria, yang menyandang gelar Puteri Indonesia Bali 2026 sekaligus Miss International Indonesia 2026, menginisiasi pameran Mulasara bersama Puri Agung Pemecutan, komunitas seni Kultara, dan lima seniman muda Bali sebagai bagian dari persiapan menuju kompetisi di Jepang.
Advokasi dan pendidikan melalui seni
Pameran Mulasara di Puri Agung Pemecutan mengangkat kolaborasi tradisi dan modernitas dalam seni rupa kontemporer. Karya-karya yang ditampilkan para seniman merespons ruang Puri Agung Pemecutan dan situasi Bali, termasuk isu pembangunan berlebih serta pariwisata berlebih.
Victoria menyampaikan bahwa kegiatan ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4 tentang pendidikan. Ia berharap generasi muda semakin peduli terhadap ekosistem dan lingkungan di Bali, sekaligus menjadikan seni sebagai medium edukasi mengenai akar dan esensi budaya.
Pengalaman dan proses pameran Mulasara akan dibawanya sebagai bagian dari presentasi seni dan budaya Indonesia di Miss International 2026, sejalan dengan konsep Beauties for SDGs yang menempatkan proyek advokasi dengan dampak nyata sebagai unsur penting dalam penilaian.
Persiapan budaya dan penampilan
Selain program advokasi, Victoria menjalani sejumlah persiapan teknis jelang keberangkatan ke Jepang. Menurut keterangannya, ia melakukan latihan berjalan di panggung, berbicara di depan umum, serta menyiapkan pidato dan ujaran yang akan disampaikan selama kompetisi.
Untuk busana, Victoria akan berkolaborasi dengan desainer asal Bali, Ingi Kendren, yang sebelumnya merancang kostum nasionalnya ketika mewakili Bali dalam ajang Puteri Indonesia. Ia belum mengungkapkan detail busana yang akan dibawa ke Jepang dan menyebut koleksi tersebut sebagai kejutan bagi Pageant Lovers dan masyarakat.
Dalam persiapan fesyen, Victoria juga merencanakan penggunaan karya desainer dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk Surabaya, dengan konsep perempuan Indonesia yang elegan dalam pendekatan fesyen kontemporer. Busana yang disiapkan disebut akan menggunakan warna-warna pastel dan motif Indonesia, termasuk batik.
Kedekatan dengan Bali
Victoria Veronica Titisari Kosasieputri lahir pada 7 Februari 2000 dan dikenal sebagai seniman serta model yang aktif di dunia seni dan kontes kecantikan. Ia mengikuti audisi Puteri Indonesia 2026 sebagai wakil Bali dan pada akhir acara dinobatkan sebagai Putri Indonesia Lingkungan 2026, sekaligus delegasi resmi Indonesia untuk Miss International 2026.
Dalam sejumlah kesempatan, Victoria menegaskan kedekatannya dengan Bali dan pentingnya membawa esensi budaya setempat ke panggung internasional. Melalui Beauties for SDGs dan pameran Mulasara, ia berupaya menghubungkan seni, pendidikan, dan kesadaran lingkungan sebagai bagian dari narasi yang akan dibawanya ke Tokyo.
Miss International 2026 dijadwalkan berlangsung di Tokyo Dome City Hall, Jepang, dengan malam final pada 25 November 2026. Victoria akan bersaing bersama delegasi dari berbagai negara untuk memperebutkan gelar Miss International, dengan membawa representasi budaya dan advokasi dari Bali serta Indonesia.
Sumber
Berita berikutnya

LBH Bali WCC Minta Perempuan Dilibatkan dalam Keputusan Pertanahan
LBH Bali Women Crisis Centre menilai perempuan perlu dilibatkan dalam keputusan keluarga terkait tanah, dari sertifikasi hingga penjualan dan penyewaa…

