Bali Aktual

Selasa, 22 September 2026

TPST Tahura Denpasar Tingkatkan Kapasitas Olah Sampah Jadi Karbon

DLHK Denpasar dan pengelola TPST Tahura melaporkan peningkatan kapasitas pengolahan sampah menjadi karbon di Denpasar.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 3 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Tumpukan briket arang berbalur abu di atas piring kayu cokelat.
Ilustrasi: Tumpukan briket arang berbalur abu di atas piring kayu cokelat. · Foto: Jahra Tasfia Reza / Pexels

Denpasar — Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar bersama pengelola Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Tahura melaporkan peningkatan kapasitas pengolahan sampah menjadi karbon pada 21 September 2026 di Denpasar. Fasilitas ini saat ini mampu mengubah sekitar 20 hingga 40 ton sampah per hari menjadi karbon.

Menurut Kepala DLHK Kota Denpasar I.B. Putra Wirabawa, proses pengolahan sampah menjadi karbon di TPST Tahura masih dalam tahap peningkatan kapasitas secara bertahap. Ia menjelaskan, kapasitas awal sekitar 20 ton per hari telah naik menjadi sekitar 40 ton per hari, dan masih akan terus ditingkatkan seiring penyesuaian operasional fasilitas.

Pengolahan sampah menjadi karbon di TPST Tahura dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah kota mengurangi beban sampah yang harus dikirim ke tempat pemrosesan akhir (TPA) di luar Denpasar. Selain rencana pengolahan sampah menjadi bahan bakar minyak, fasilitas di Tahura dikembangkan untuk menghasilkan produk karbon dari sampah yang telah dipilah.

Dalam laporan media lokal, TPST Tahura Denpasar disebut telah mampu mengolah 20 hingga 40 ton sampah per hari menjadi karbon, dan angka ini masih berproses untuk dinaikkan. Putra Wirabawa menegaskan bahwa peningkatan kapasitas dilakukan bertahap dengan menyesuaikan kinerja mesin dan alur pasokan sampah ke fasilitas tersebut.

Di sisi lain, data timbulan sampah Kota Denpasar menunjukkan tantangan yang besar bagi pengelolaan persampahan. Berdasarkan data DLHK Kota Denpasar tahun 2025 yang dikutip dalam kajian akademik, total timbulan sampah di kota ini mencapai sekitar 1.033,08 ton per hari yang tersebar di empat kecamatan.

Data tersebut menunjukkan bahwa kapasitas fasilitas pengolahan, termasuk TPS3R, baru mampu menangani sebagian kecil dari total timbulan sampah harian. Karena itu, penguatan peran TPST seperti Tahura menjadi penting untuk mengurangi volume sampah yang harus diangkut ke TPA di kabupaten lain.

Sebelumnya, pemerintah kota telah mengembangkan beberapa TPST di Denpasar untuk menangani sampah setelah penutupan TPA Suwung bagi sampah Kota Denpasar. Dalam kajian mengenai pengelolaan sampah di Denpasar disebutkan bahwa TPST di Kesiman Kertalangu, Tahura Pedungan, dan Padangsambian Kaja dirancang untuk menampung ratusan ton sampah per hari, meski operasionalnya menghadapi berbagai kendala.

Dengan meningkatnya kapasitas pengolahan sampah menjadi karbon di TPST Tahura, pemerintah kota berharap beban sampah yang harus dikirim ke TPA di luar Denpasar dapat berkurang. Pengembangan fasilitas ini juga menjadi bagian dari penataan jaringan layanan pengangkutan sampah dan upaya pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi di wilayah perkotaan.

DLHK Denpasar menyatakan akan terus memantau dan menyesuaikan operasi TPST Tahura agar target peningkatan kapasitas tercapai. Tahap berikutnya bergantung pada kesiapan teknis dan ketersediaan pasokan sampah yang telah dipilah, sehingga pengolahan menjadi karbon dapat berjalan stabil pada kapasitas yang lebih tinggi.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Terbaru di Lingkungan

  2. Berita utama hari ini

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.