Bali Aktual

Selasa, 22 September 2026

TKD Dipotong Rp185 Miliar, Gianyar Jaga Layanan Kesehatan Gratis

Bupati Gianyar I Made Agus Mahayastra memastikan pemotongan Dana Transfer ke Daerah Rp185 miliar untuk tahun anggaran 2026 tidak mengganggu layanan kesehatan gratis.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 3 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi. Gambar dibuat dengan kecerdasan buatan, bukan foto peristiwa.
Ilustrasi. Gambar dibuat dengan kecerdasan buatan, bukan foto peristiwa. · Foto: Ilustrasi AI

Gianyar — Pemerintah Kabupaten Gianyar menegaskan pemotongan Dana Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat sebesar Rp185 miliar untuk tahun anggaran 2026 tidak mengganggu program layanan kesehatan gratis bagi warga ber-KTP Gianyar.

Pernyataan itu sejalan dengan keterangan Bupati Gianyar I Made Agus Mahayastra yang menyebut kinerja fiskal daerah masih kuat karena dominasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), sehingga penyesuaian transfer pusat tidak mengubah program prioritas yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.

Dalam Rancangan Perubahan APBD Gianyar Tahun Anggaran 2026, pendapatan daerah direncanakan sebesar sekitar Rp3,414 triliun, sedangkan belanja daerah direncanakan sekitar Rp4,3 triliun, sehingga tercatat defisit sekitar Rp921,9 miliar yang ditutup melalui pembiayaan netto.

APBD 2026 dan posisi fiskal Gianyar

Bupati Mahayastra menyampaikan bahwa dalam Rancangan Perubahan APBD 2026, PAD diproyeksikan sekitar Rp2,431 triliun atau lebih dari 70 persen total pendapatan daerah, sementara pendapatan transfer sekitar Rp980 miliar dan pos lain-lain pendapatan daerah sekitar Rp3 miliar.

Pendapatan transfer dalam Rancangan Perubahan APBD 2026 justru mengalami penurunan sekitar Rp30,7 miliar atau 1,72 persen dibandingkan APBD induk, bukan penurunan Rp185 miliar seperti disebutkan semula.

Belanja daerah dalam Rancangan Perubahan APBD 2026 direncanakan sekitar Rp4,3 triliun, turun sekitar Rp52,3 miliar dibanding proyeksi APBD induk yang sekitar Rp4,4 triliun. Defisit sekitar Rp921,9 miliar ditutup lewat pembiayaan, antara lain dari sisa lebih perhitungan anggaran dan pinjaman daerah sesuai penjelasan pemerintah kabupaten.

Layanan kesehatan gratis dan Bantuan Kesehatan

Salah satu program yang disebut tetap berjalan adalah layanan kesehatan gratis bagi masyarakat Gianyar melalui skema Bantuan Kesehatan (BK).

Menurut laporan media lokal, warga cukup menunjukkan KTP Gianyar untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di puskesmas dan rumah sakit daerah milik pemerintah kabupaten. Program BK diarahkan untuk menanggung pembiayaan kesehatan di luar jaminan yang diberikan melalui skema Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Pemerintah kabupaten menganggarkan sekitar Rp14 miliar untuk Bantuan Kesehatan gratis pada 2026, yang memungkinkan masyarakat memperoleh layanan tanpa biaya di fasilitas kesehatan yang dikelola atau dimiliki pemerintah daerah. Angka ini lebih besar dari nilai Rp12 miliar yang sebelumnya disebut dalam sejumlah pemberitaan.

Dalam penjelasannya di forum DPRD, Mahayastra menegaskan pelaksanaan Program Bantuan Kesehatan tetap berjalan secara selektif dan akuntabel untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan pembiayaan di luar tanggungan JKN.

Pemotongan TKD dan respons pemerintah daerah

Pemotongan TKD Rp185 miliar dikonfirmasi Bupati Mahayastra dalam rapat paripurna pembahasan RAPBD 2026, saat ia menyebut Gianyar tidak menjadikan TKD sebagai satu-satunya penopang anggaran karena PAD kabupaten berada pada kategori tinggi dan mampu menutup dampak pemotongan.

Mahayastra menyatakan tidak ada program pemerintahannya yang terdampak signifikan, meski beberapa kegiatan disesuaikan prioritas atau volumenya. Ia menekankan belanja untuk kebutuhan mendasar seperti kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur tetap menjadi prioritas.

Pemerintah kabupaten juga menyampaikan bahwa Program Bantuan Kesehatan menjadi instrumen perlindungan pembiayaan bagi warga yang terdampak penonaktifan peserta bantuan iuran JKN, dengan koordinasi bersama 13 puskesmas dan dua rumah sakit daerah agar akses layanan tetap terjaga.

Dengan struktur APBD 2026 dan perubahan yang diajukan, pemerintah daerah menyatakan tetap optimistis kemampuan fiskal Gianyar cukup untuk mempertahankan layanan kesehatan gratis bagi warga ber-KTP Gianyar sepanjang tahun anggaran.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Pemerintahan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.