Bali Aktual

Senin, 21 September 2026

Tanah Lot Art and Food Festival VII 2026 Angkat Ulam Carik Tabanan

Tanah Lot Art and Food Festival VII 2026 di DTW Tanah Lot, Tabanan, menampilkan Ulam Carik sebagai ikon kuliner berbahan hasil persawahan. Festival tiga hari ini juga memadukan seni budaya, UMKM, dan target 10 ribu pengunjung.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 2 menit baca

TabananTanah Lot Art and Food Festival VII 2026 digelar di Daerah Tujuan Wisata Tanah Lot, Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Tabanan, pada 28–30 Agustus 2026. Festival ini menempatkan Ulam Carik sebagai ikon kuliner dengan bahan dari kawasan persawahan Tabanan.

Menurut detikBali dan Tatkala, Ulam Carik diperkenalkan pada hari terakhir festival, Minggu, 30 Agustus 2026, dalam klinik kuliner yang bisa dicicipi pengunjung. Sajian yang ditampilkan antara lain lindung metunu sambal bejek, kakul suna cekuh, kuah kakul, pesan tes, jukut gonda, rujak bir, rujak tibah, jaje uli tape, dan loloh cemcem.

detikBali melaporkan festival ini resmi dibuka pada Jumat, 28 Agustus 2026, dengan prosesi pembunyian okokan. Pada pembukaan itu, Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga hadir dan menyebut kegiatan tersebut sebagai sarana promosi pariwisata daerah.

Hidangan dari sawah

Tatkala menjelaskan lindung metunu sambal bejek sebagai olahan belut sawah yang dibumbui base genep, lalu dimasak dengan teknik metutu memakai balutan daun pisang. Kakul suna cekuh dan kuah kakul menggunakan keong sawah yang diolah dengan bawang putih, kencur, dan rempah Bali.

Menu pesan tes berupa pepes ikan air tawar yang dibungkus daun pisang dan dimasak tradisional. Jukut gonda, sayur dari pucuk tanaman gonda, juga ditampilkan sebagai bagian dari kuliner tradisional Tabanan.

Untuk kudapan dan minuman, festival menyajikan rujak bir, rujak tibah, jaje uli tape, dan loloh cemcem. Dalam laporan Tatkala, rujak bir dibuat dari kelapa muda dan kuah rujak berbumbu, sedangkan rujak tibah memakai sari mengkudu, air, gula, garam, cabai, dan perasan jeruk.

Ruang promosi UMKM

detikBali dan BALIPOST.com sama-sama melaporkan bahwa festival ini juga memadukan pertunjukan seni budaya, parade gebogan, baleganjur, hiburan, serta stan UMKM dan IKM. BALIPOST.com menyebut produk yang dipamerkan mencakup kerajinan, fesyen, dan makanan khas Tabanan berbahan hasil pertanian.

Menurut BALIPOST.com, pengelola menargetkan 3.000–4.000 pengunjung per hari dan sekitar 10.000 kunjungan selama tiga hari. Target itu sejalan dengan laporan detikBali yang menyebut festival menargetkan 10 ribu pengunjung.

Wakil Bupati I Made Dirga, menurut BALIPOST.com, menekankan pentingnya pelibatan seniman, pelaku UMKM, dan IKM lokal agar manfaat ekonomi pariwisata dirasakan masyarakat sekitar. Ia juga mengingatkan agar pengembangan pariwisata tetap menjaga budaya, kebersihan, kelestarian alam, dan kesucian kawasan Tanah Lot.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.