Bali Aktual

Sabtu, 3 Oktober 2026

PHRI Dorong Kajian Daya Dukung Bali Saat Pasokan Kamar Berlebih

PHRI menyebut hotel dan vila yang ditawarkan di Bali masih beroperasi dengan tingkat hunian di atas 60 persen hingga 75 persen. Kajian daya dukung didorong sebelum akomodasi baru diperluas.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Kamar hotel modern yang luas dengan tempat tidur rapi, lampu gantung, dan pintu kamar mandi terbuka.
Ilustrasi: Kamar hotel modern yang luas dengan tempat tidur rapi, lampu gantung, dan pintu kamar mandi terbuka. · Foto: kevin yung / Pexels

Badung — PHRI menyebut hotel dan vila yang ditawarkan untuk dijual masih mencatat tingkat hunian di atas 60 persen hingga 75 persen pada 2 Oktober 2026. Kondisi itu membuat penjualan properti tidak otomatis menunjukkan usaha berhenti atau merugi.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Badung I Gusti Agung Rai Suryawijaya mengatakan fenomena tersebut perlu dibaca bersama pertumbuhan pasokan akomodasi di Bali. Sebagian hotel yang masuk pasar masih beroperasi, sementara kapasitas pasar Bali dinilai terbatas. Situasi itu berisiko mendorong persaingan harga atau price war yang berkepanjangan.

Mengapa ini penting bagi pembaca di Badung

Bagi pembaca di Kabupaten Badung, terutama kawasan Kuta (Badung) dan wilayah Sarbagita, persoalan ini berkaitan dengan arah pembangunan akomodasi dan persaingan usaha di sekitar tempat tinggal maupun tujuan wisata. Sarbagita mencakup Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan. Ketika pasokan kamar bertambah lebih cepat daripada kemampuan pasar menyerapnya, pelaku usaha dapat memilih menurunkan harga untuk mempertahankan tingkat hunian.

PHRI mendorong pemerintah bersama pemangku kepentingan melakukan kajian carrying capacity atau daya dukung Bali. Kajian ini diperlukan untuk menentukan batas pertumbuhan pariwisata, termasuk pembangunan hotel, vila, kondotel, dan apartemen baru. PHRI juga mengusulkan evaluasi serta penataan ulang dalam rentang tiga hingga lima tahun, termasuk kemungkinan moratorium di kawasan yang pasokannya sudah berlebihan.

Menurut laporan yang tersedia, pembangunan baru sebaiknya tidak hanya mengejar penambahan jumlah kamar atau unit. Kualitas produk, layanan, dan harga jual juga perlu menjadi bagian dari strategi menjaga keberlanjutan industri pariwisata Bali. Pemerintah diharapkan menata pasokan akomodasi dan mengevaluasi daya dukung sebelum membuka pembangunan baru secara lebih luas.

Untuk hari ini, belum ada perubahan tarif atau penutupan akomodasi yang disebutkan dalam laporan. Pembaca dapat memahami penawaran hotel dan vila yang beredar sebagai bagian dari penataan pasokan, bukan bukti tunggal bahwa properti tersebut sudah berhenti beroperasi.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Pariwisata

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.