Kalender Bali Catat Ngaben Kurang Baik pada 3 Oktober 2026
Kalender Bali mencatat Sabtu, 3 Oktober 2026, kurang baik untuk atiwa-tiwa atau ngaben. Krama diminta mencocokkan rencana ritual dengan pemangku adat setempat.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Denpasar — Kalender Bali menyatakan Sabtu, 3 Oktober 2026, kurang baik untuk melaksanakan atiwa-tiwa atau ngaben di Bali. Keterangan ini tercantum dalam panduan ala ayuning dewasa untuk Saniscara Pon Ugu.
Penilaian tersebut dikaitkan dengan Kalaeburau dan Kaleburau. Dalam keterangan kalender, Kaleburau berarti tidak baik melakukan karya ayu atau yadnya, termasuk atiwa-tiwa/ngaben dengan alahing dewasa 3.
Warga perlu mencocokkan keputusan ritual dengan adat setempat
Bagi krama Hindu yang merencanakan upacara Pitra Yadnya, informasi ini menjadi bahan pertimbangan sebelum menetapkan pelaksanaan. Atiwa-tiwa adalah rangkaian upacara yang berkaitan dengan pengabenan. Keputusan akhir tetap perlu disesuaikan dengan pemangku adat dan desa adat setempat, karena pelaksanaan ritual juga mengikuti konteks adat di masing-masing wilayah.
Ala ayuning dewasa merupakan penentuan baik atau kurang baiknya suatu hari untuk kegiatan tertentu. Perhitungannya menggunakan unsur penanggalan Bali, termasuk wuku, sasih, panglong, dan alahing dewasa. Untuk Sabtu, 3 Oktober 2026, sumber yang dikutip laporan menyebut Saniscara Pon Ugu sebagai penanda pawukon harinya.
Kalender tersebut berfungsi sebagai panduan, bukan pengganti keputusan adat. Karena itu, krama yang hendak menggelar atiwa-tiwa atau ngaben pada hari itu perlu membawa rencana pelaksanaan kepada pemangku atau adat setempat untuk memperoleh penyesuaian sesuai ketentuan desa adat dan banjar masing-masing.
Yang berubah bagi pembaca hari itu: Sabtu, 3 Oktober 2026, tercatat kurang baik untuk atiwa-tiwa/ngaben menurut ala ayuning dewasa, sehingga jadwal ritual perlu dikonsultasikan terlebih dahulu dengan pemangku adat atau desa adat setempat.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Lingkungan
BPBD Gianyar Waspadai Kebakaran Lahan Saat Kemarau
BPBD Gianyar meminta warga mencegah pembakaran sampah dan membuka lahan dengan api saat kemarau. Petani diminta menyesuaikan pengairan dengan debit ai…
Terbaru di Budaya

Baca juga





