Penjualan Listrik Bali Tembus 4.111,51 GWh pada Semester I 2026
PLN UID Bali melaporkan penjualan tenaga listrik pada semester I 2026 mencapai 4.111,51 GWh atau 101,50 persen dari target. Sektor bisnis menjadi pengguna terbesar, disusul rumah tangga dan industri yang mencatat pertumbuhan paling tinggi.
Oleh Mukmin John
Editor: Mursyid Sonsang
· 3 menit baca
Denpasar — — Penjualan tenaga listrik di Bali pada semester I 2026 tercatat sebesar 4.111,51 GWh dan telah mencapai 101,50 persen dari target yang ditetapkan PLN Unit Induk Distribusi (UID) Bali.
Data itu disampaikan PLN UID Bali dan dikutip Radio Republik Indonesia (RRI) pada akhir Juli 2026, yang menyebut konsumsi listrik di Bali tumbuh 7,85 persen dibandingkan periode yang sama 2025.
General Manager PLN UID Bali Ajrun Karim menjelaskan peningkatan penjualan dan konsumsi listrik menunjukkan aktivitas ekonomi di Bali terus menguat.
Menurut dia, pertumbuhan itu terkait dengan meningkatnya kegiatan pariwisata, perdagangan, industri, dan aktivitas masyarakat di berbagai sektor.
Sumber lain menyebut konsumsi listrik di Bali pada semester I 2026 tumbuh sekitar 8,02 persen, sehingga terdapat sedikit perbedaan angka pertumbuhan yang disampaikan PLN dalam berbagai kesempatan.
Sektor bisnis menjadi pengguna terbesar
PLN UID Bali mencatat sektor bisnis sebagai pengguna listrik terbesar pada semester I 2026.
Penjualan listrik ke pelanggan bisnis mencapai 1.898,27 GWh, meningkat 8,80 persen dibandingkan semester I 2025.
PLN menyebut kenaikan konsumsi di sektor bisnis didorong oleh berkembangnya hotel dan akomodasi, perdagangan, restoran, serta usaha kuliner, meskipun tidak merinci kontribusi masing-masing subsektor.
Di bawah sektor bisnis, pelanggan rumah tangga mencatat konsumsi 1.838,69 GWh dengan pertumbuhan 7,17 persen secara tahunan.
Sektor industri membukukan konsumsi 131,65 GWh dan menjadi kelompok dengan laju pertumbuhan tertinggi, yakni 13,47 persen dibandingkan semester I 2025.
Industri tumbuh paling tinggi
PLN UID Bali mengaitkan lonjakan konsumsi listrik di sektor industri dengan bertambahnya aktivitas pengolahan air dan limbah, industri makanan dan minuman, serta usaha perikanan.
Meskipun volumenya masih jauh di bawah sektor bisnis dan rumah tangga, pertumbuhan dua digit di sektor industri dinilai menjadi salah satu indikator peningkatan kapasitas produksi dan investasi di Bali.
Dalam pemberitaan lain, PLN menyebut pertumbuhan pemakaian listrik di Bali pada 2026 merupakan yang tertinggi secara nasional, yang juga memperlihatkan peran penting sektor usaha dalam mendorong konsumsi listrik.
Cadangan daya dan penambahan pelanggan
PLN UID Bali menyatakan akan menjaga keandalan pasokan listrik untuk mendukung produktivitas pelaku usaha, investasi, dan pembangunan di wilayah Bali.
Perusahaan ini juga menyiapkan tambahan pasokan, termasuk dari pembangkit energi terbarukan, untuk mengantisipasi kenaikan beban puncak dan kebutuhan listrik ke depan.
Dalam berbagai kesempatan, PLN melaporkan beban puncak konsumsi listrik di Bali mendekati 1.300 MW, dengan cadangan daya yang dinilai masih memadai untuk melayani seluruh pelanggan.
PLN UID Bali menargetkan penambahan pelanggan dan kenaikan daya tersambung sejalan dengan realisasi penjualan listrik yang melampaui target semester I 2026, namun angka rinci penambahan pelanggan dan daya tersambung tidak diuraikan dalam laporan yang dapat diakses publik.
Penguatan ekosistem kendaraan listrik
PLN UID Bali juga menyampaikan komitmen memperkuat ekosistem kendaraan listrik di Bali.
Perusahaan menyebut penambahan dan pengembangan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) sebagai bagian dari upaya mendorong pemanfaatan energi bersih dan mendukung kebijakan transportasi rendah emisi.
Penelitian akademik mengenai skema kemitraan SPKLU di Bali menunjukkan pembangunan dan pengoperasian SPKLU melibatkan PLN dan mitra swasta, dengan pembagian tanggung jawab atas investasi dan pengelolaan fasilitas pengisian daya.
PLN menyatakan akan melanjutkan penguatan infrastruktur ketenagalistrikan dan layanan digital untuk mendukung pertumbuhan pariwisata, investasi, dan aktivitas masyarakat, dengan asumsi kebutuhan listrik Bali akan terus meningkat seiring pemulihan dan ekspansi ekonomi.
Sumber
- RRI Denpasar - "Penjualan Listrik PLN UID Bali Tumbuh 7,85 Persen, Lampaui Target Semester I 2026"
- DetikFinance - "Konsumsi Listrik di Bali Naik 8%, PLN Siapkan Tambahan Pasokan dari PLTS"
- Politeknik Negeri Bali Repository - "Analisis Implementasi Skema Bisnis Kemitraan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum"
Berita berikutnya
Ikan dan Olahannya Jadi Penopang Utama Ekspor Bali Mei 2026
Data terbaru menunjukkan kelompok komoditas SITC 03, yang mencakup ikan, kerang-kerangan, moluska, dan olahannya, memiliki volume ekspor tertinggi dar…

