Penjualan Listrik PLN UID Bali Tumbuh 8,48 Persen hingga Agustus 2026
PLN UID Bali mencatat penjualan listrik sekitar 5.487 GWh hingga Agustus 2026, tumbuh 8,48 persen dibanding tahun sebelumnya. Pelanggan tegangan menengah menjadi penopang utama dengan 884 pelanggan dan konsumsi lebih dari 1.131 GWh.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Denpasar — Penjualan listrik PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Bali hingga Agustus 2026 tercatat sekitar 5.487 gigawatt jam (GWh), tumbuh 8,48 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, seiring peningkatan konsumsi listrik dunia usaha di Bali.
Data tersebut disampaikan dalam kegiatan Customer Intimacy 2026 yang digelar di Denpasar pada Rabu, 9 September 2026, sebagai bagian rangkaian peringatan Hari Pelanggan Nasional.
Pertumbuhan penjualan listrik itu salah satunya ditopang pelanggan tegangan menengah (TM) yang mencakup pelaku usaha sektor perhotelan, pusat perbelanjaan, rumah sakit, industri, transportasi, dan logistik.
Menurut pemaparan PLN UID Bali, hingga Agustus 2026 tercatat sejumlah indikator utama sebagai berikut.
- Penjualan listrik: sekitar 5.487 GWh.
- Pertumbuhan penjualan: 8,48 persen.
- Jumlah pelanggan TM: 884 pelanggan.
- Total daya pelanggan TM: sekitar 822,33 megavolt ampere (MVA).
- Konsumsi pelanggan TM: lebih dari 1.131 GWh.
General Manager PLN UID Bali Ajrun Karim menyatakan, peningkatan kebutuhan listrik sejalan dengan perkembangan usaha pelanggan dan menunjukkan kebutuhan energi di Bali terus meningkat.
Ajrun menekankan pentingnya melihat pelanggan sebagai mitra dalam menggerakkan perekonomian daerah, bukan sekadar pengguna listrik.
Layanan daya disesuaikan kebutuhan usaha
PLN UID Bali menyampaikan bahwa perusahaan ingin mengetahui rencana ekspansi usaha pelanggan sejak tahap awal agar kebutuhan listrik dapat dipersiapkan lebih tepat.
Menurut PLN, pengembangan usaha membutuhkan pasokan energi yang andal dan fleksibel, meliputi tambahan daya, peningkatan keandalan, elektrifikasi, pengembangan infrastruktur kendaraan listrik, efisiensi energi, digitalisasi, dan pemanfaatan energi hijau.
Senior Manager Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN UID Bali Damayanti Wahyuningrum menjelaskan, salah satu bentuk fleksibilitas layanan yang dapat dimanfaatkan pelanggan TM adalah layanan Suplemen Daya.
Layanan ini memberi opsi penyesuaian kapasitas daya pada periode tertentu, termasuk ketika kebutuhan meningkat sementara atau mendadak, sehingga pelanggan tidak harus langsung menambah daya secara permanen.
Selain itu, PLN UID Bali menawarkan berbagai solusi penunjang operasional usaha, antara lain pemanfaatan pembangkit listrik tenaga surya atap, layanan konektivitas dan pusat data, Internet of Things (IoT), serta layanan efisiensi energi dan keberlanjutan.
PLN UID Bali juga mendorong keterlibatan sektor perhotelan dan pelaku usaha lain dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik melalui penyediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di fasilitas mereka.
Penjualan listrik dan aktivitas usaha
PLN UID Bali menilai peningkatan penjualan dan konsumsi listrik hingga Agustus 2026 mencerminkan aktivitas usaha yang membutuhkan energi lebih besar di berbagai sektor.
Dalam kegiatan Customer Intimacy 2026, PLN mempertemukan pelanggan prioritas, terutama pelanggan TM, dengan entitas dalam ekosistem layanan kelistrikan untuk membahas kebutuhan energi dan rencana pengembangan usaha.
Kolaborasi itu melibatkan beberapa anak usaha dan mitra PLN yang bergerak di bidang layanan kelistrikan, digitalisasi, efisiensi energi, infrastruktur kendaraan listrik, dan solusi keberlanjutan bagi pelanggan di Bali.
PLN UID Bali menyatakan bahwa pengembangan solusi energi hijau dan layanan yang lebih fleksibel dapat membuka peluang ekonomi baru sekaligus mendukung efisiensi dan keberlanjutan operasional usaha di daerah.
Sumber
Baca berikutnya
Terbaru di Ekonomi

PLUT Buleleng: Sertifikasi Halal Jadi Modal Kepercayaan UMKM
Pendamping PLUT K-UMKM Buleleng menilai sertifikasi halal menjadi modal kepercayaan bagi UMKM dan memperkuat daya saing produk.
Berita utama hari ini


