Ikan dan Olahannya Jadi Penopang Utama Ekspor Bali Mei 2026
Data terbaru menunjukkan kelompok komoditas SITC 03, yang mencakup ikan, kerang-kerangan, moluska, dan olahannya, memiliki volume ekspor tertinggi dari Bali pada Mei 2026.
Oleh Mukmin John
Editor: Mursyid Sonsang
· 4 menit baca
Bali — — Kelompok komoditas berkode SITC 03, yang mencakup ikan, kerang-kerangan, moluska, dan olahannya, tercatat sebagai kelompok dengan volume ekspor tertinggi dari Bali pada Mei 2026 menurut beberapa publikasi data perdagangan.
Publikasi data perdagangan yang diterbitkan sebuah pusat data ekonomi pada 4 Agustus 2026 menyebut bahwa pada Mei 2026 Provinsi Bali mencatat volume ekspor total 5.607,42 ton. Dalam publikasi itu dijelaskan bahwa kelompok barang dengan volume ekspor tertinggi adalah kelompok SITC 03 yang berisi ikan, kerang-kerangan, moluska, dan produk olahan.
Dalam publikasi lain mengenai komoditas ekspor Bali, pusat data yang sama kembali menempatkan SITC 03 sebagai kelompok barang dengan volume ekspor terbesar. Informasi tersebut konsisten dengan keterangan Kementerian Keuangan, yang mencatat bahwa pada sampai dengan 31 Mei 2026 nilai ekspor tertinggi dari Bali berasal dari komoditas daging ikan, dengan nilai sekitar US$ 20,98 juta.
Peran komoditas ikan dalam ekspor Bali
Menurut siaran pers Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan, komoditas daging ikan menyumbang nilai ekspor tertinggi dari Bali hingga akhir Mei 2026, diikuti perhiasan dengan nilai sekitar US$ 16,55 juta. Keterangan ini menunjukkan bahwa produk perikanan, termasuk olahannya, merupakan salah satu penyumbang utama ekspor provinsi tersebut.
Sementara itu, sebuah kajian statistik lain mengenai perkembangan ekspor dan impor Bali pada Mei 2026 mencatat bahwa secara keseluruhan nilai ekspor barang dari Bali naik 13,73 persen secara tahunan, dari sekitar US$ 46,51 juta pada Mei 2025 menjadi sekitar US$ 52,89 juta pada Mei 2026. Laporan yang sama mencatat nilai ekspor kumulatif Januari–Mei 2026 sebesar US$ 236,55 juta, turun 2,55 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Penurunan ekspor kumulatif ini juga dilaporkan oleh salah satu media lokal yang merujuk data Badan Pusat Statistik Bali. Media itu menulis bahwa nilai ekspor Bali Januari–Mei 2026 turun dari US$ 242,74 juta menjadi US$ 236,55 juta, dengan beberapa pasar tradisional seperti Amerika Serikat, China, dan Australia mengalami penurunan permintaan.
Volume tertinggi SITC 03
Dalam sejumlah publikasi data komoditas ekspor Bali, kelompok SITC 03 disebut berulang kali sebagai komoditas dengan volume ekspor tertinggi. Kelompok ini menggabungkan ikan, kerang-kerangan, moluska, serta produk olahan dari komoditas tersebut, sesuai dengan klasifikasi Standard International Trade Classification (SITC).
Meski rinciannya berbeda antar publikasi karena fokus komoditas, pola yang tampak adalah bahwa komoditas perikanan dan hasil olahannya menjadi penopang utama ekspor Bali dalam kategori volume pada Mei 2026. Hal ini selaras dengan catatan Kementerian Keuangan mengenai posisi daging ikan sebagai penyumbang terbesar nilai ekspor.
Keterbatasan data nilai dan negara tujuan
Data yang terpublikasi saat ini menyediakan angka nilai ekspor total Bali dan nilai beberapa komoditas utama seperti daging ikan dan perhiasan, namun belum memuat secara rinci berapa bagian nilai ekspor yang khusus berasal dari keseluruhan kelompok SITC 03.
Informasi mengenai negara tujuan utama untuk komoditas SITC 03 juga belum disajikan secara khusus dalam publikasi komoditas tersebut. Data yang tersedia baru memaparkan secara umum perubahan ekspor Bali ke berbagai negara, seperti penurunan ke Amerika Serikat, China, dan Australia, serta peningkatan ke Thailand dan Prancis.
Tanpa pemisahan yang jelas antara komoditas perikanan dan kelompok barang lain dalam setiap negara tujuan, pembacaan mengenai konsentrasi pasar ekspor ikan dan olahannya dari Bali masih terbatas pada gambaran umum ekspor provinsi.
Konteks bagi pembaca Bali
Data dari pusat statistik dan fiskal tersebut menunjukkan bahwa komoditas perikanan, khususnya daging ikan dan produk olahannya, berperan penting dalam ekspor Bali pada Mei 2026, baik dari sisi volume maupun nilai.
Namun, untuk menilai seberapa besar ketergantungan ekspor Bali pada sektor perikanan, masih dibutuhkan data tambahan berupa kontribusi nilai kelompok SITC 03 terhadap total ekspor, serta rincian negara tujuan per komoditas. Tanpa informasi itu, kesimpulan mengenai skala sektor, pertumbuhan, dan konsentrasi pasar komoditas ikan dan olahannya dari Bali perlu disusun dengan hati-hati.
Sumber
- Databoks - Volume Ekspor Alat Pengangkutan Lainnya Provinsi Bali Mei 2026
- Goodstats - Perkembangan Ekspor dan Impor Provinsi Bali Mei 2026
- Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kemenkeu - Press Release Realisasi APBN di Provinsi Bali s.d. 31 Mei 2026
- Detik Bali - Ekspor Bali Lesu, GPEI Sebut Kondisinya Mirip Masa Pandemi Covid-19
Berita berikutnya
Penumpang Kapal Pesiar Benoa Naik 5,58 Persen
Pelindo mencatat pergerakan penumpang kapal pesiar di Pelabuhan Benoa mencapai 68.035 orang pada triwulan I 2026, naik 5,58 persen dibandingkan period…

