Bali Aktual

Selasa, 22 September 2026

Pemkab Badung Batalkan Sales Mission Pariwisata ke Fujisawa

Pemkab Badung memastikan pembatalan rencana sales mission pariwisata ke Fujisawa, Jepang, yang dijadwalkan Oktober 2026 dengan anggaran sekitar Rp900 juta.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 3 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi. Gambar dibuat dengan kecerdasan buatan, bukan foto peristiwa.
Ilustrasi. Gambar dibuat dengan kecerdasan buatan, bukan foto peristiwa. · Foto: Ilustrasi AI

Mangupura — Pemerintah Kabupaten Badung membatalkan rencana promosi pariwisata atau sales mission ke Fujisawa, Prefektur Kanagawa, Jepang, yang semula dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026 dengan alokasi anggaran sekitar Rp900 juta dalam APBD Badung 2026.

Kepala Dinas Pariwisata Badung, AA Putri Mas Agung, membenarkan pembatalan itu ketika dikonfirmasi pada Rabu, 16 September 2026.

Menurut dia, keputusan diambil setelah Dinas Pariwisata melakukan evaluasi terhadap kesiapan administratif dan teknis pelaksanaan sales mission.

Ia menyebut sejumlah persyaratan belum terpenuhi, sementara jadwal pelaksanaan semakin dekat.

Proses izin perjalanan dinas luar negeri

Dalam telaahan staf Dinas Pariwisata Badung yang dikutip media lokal, pengurusan izin perjalanan dinas luar negeri (PDLN) untuk kegiatan ini diperkirakan memerlukan waktu minimal 30 hari kerja.

Proses PDLN disebut meliputi persetujuan anggaran oleh pimpinan, rekomendasi Bupati Badung dan Gubernur Bali, serta tahapan di Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Luar Negeri, dan Sekretariat Negara.

Pengurusan paspor dinas bagi pejabat yang akan melakukan perjalanan luar negeri menjadi bagian dari rangkaian prosedur tersebut.

Pada saat evaluasi dilakukan, rancangan nota kesepahaman atau perjanjian kerja sama dengan pihak Fujisawa masih dibahas bersama unit kerja sama di lingkungan Sekretariat Daerah Badung.

Pihak Fujisawa juga disebut belum mengirimkan undangan resmi terkait festival yang direncanakan berlangsung pada Oktober 2026.

Rancangan kegiatan dan anggaran

Sales mission ke Fujisawa dirancang sebagai promosi pariwisata dengan pola business to business yang mempertemukan pelaku usaha pariwisata Badung dengan calon mitra dan pembeli di Jepang.

Kegiatan ini sudah tercantum dalam program pemasaran pariwisata Badung dan dialokasikan dalam APBD 2026 dengan nilai sekitar Rp900 juta.

Dinas Pariwisata menilai pelaksanaan kegiatan dengan persiapan administratif dan teknis yang belum tuntas berisiko membuat pemanfaatan anggaran tersebut tidak optimal.

Menurut Putri Mas Agung, berbagai kendala mulai dari perizinan perjalanan dinas luar negeri, kelengkapan dokumen kerja sama, undangan dari pihak Fujisawa, hingga kesiapan pelaku industri pariwisata membuat sales mission tidak dapat dilaksanakan pada jadwal yang direncanakan.

Pelaku usaha belum siap

Sales mission ke Fujisawa disiapkan dengan melibatkan hotel, biro perjalanan, dan pengelola atraksi wisata di Badung sebagai seller yang akan bertemu langsung dengan mitra usaha di Jepang.

Namun hingga evaluasi dilakukan, Dinas Pariwisata Badung belum berhasil mengumpulkan pelaku industri pariwisata sebagai peserta mandiri dalam jumlah yang memadai.

Kondisi itu menjadi salah satu pertimbangan dinas dalam menilai efektivitas kegiatan apabila tetap dipaksakan pada Oktober 2026.

Dinas Pariwisata Badung menegaskan bahwa promosi ke pasar mancanegara tetap menjadi bagian penting strategi pengembangan pariwisata daerah.

Namun, untuk sales mission ke Fujisawa pada 2026, dinas menyimpulkan kegiatan tidak dapat dilaksanakan sesuai jadwal dan menyampaikan hasil evaluasi tersebut sebagai bahan pertimbangan bagi Bupati Badung dalam penetapan kebijakan lebih lanjut.

Latar belakang hubungan Badung–Fujisawa

Badung dan Fujisawa menjalin hubungan kerja sama di bidang budaya dan pariwisata sejak 2024.

Kerja sama itu antara lain ditandai dengan penyelenggaraan ajang tahunan Enoshima Bali Sunset di Fujisawa yang mempromosikan seni, kuliner, dan tradisi Bali.

Pemerintah Badung sebelumnya menyatakan minat memperluas kolaborasi dengan Fujisawa, termasuk melalui promosi bersama dan pengembangan produk wisata bernilai tambah.

Pembatalan sales mission 2026 ini menjadi salah satu dinamika dalam upaya memperkuat kerja sama kedua daerah di sektor pariwisata.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Pariwisata

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.