Mapeed Iringi Piodalan Agung di Nagasepaha
Krama Desa Nagasepaha mengikuti mapeed dalam piodalan agung di Merajan Pande Beratan, Kecamatan Buleleng, pada Rabu pagi, 14 Oktober 2026. Iring-iringan berlangsung sekitar 500 meter.
Oleh Asyinta Sastra
· 2 menit baca
Singaraja — Krama Desa Nagasepaha mengikuti tradisi mapeed dalam rangkaian piodalan agung di Merajan Pande Beratan, Kecamatan Buleleng, pada Rabu pagi, 14 Oktober 2026. Iring-iringan sepanjang kurang lebih 500 meter itu diiringi tabuhan baleganjur.
Pelaksanaan mapeed menjadi bagian dari rangkaian piodalan sekaligus ruang berkumpul bagi krama. Prajuru Merajan Pande Beratan, I Gede Anteng, menyebut tradisi ini bertujuan mempersatukan krama dan menyambut piodalan agung. Dalam konteks Bali, krama berarti warga atau anggota komunitas adat.
Mapeed juga dimaknai sebagai pasemetonan atau persaudaraan warga Pande. Kegiatan tersebut memperkuat kebersamaan dan semangat gotong royong dalam menjalankan adat serta agama. Iringan baleganjur menjadi bagian dari prosesi warga menuju tempat berlangsungnya rangkaian upacara.
Mapeed menjaga kebersamaan krama Nagasepaha
Bagi pembaca di Kabupaten Buleleng, kegiatan ini menunjukkan bahwa tradisi adat tetap menjadi ruang pertemuan warga, termasuk ketika sebagian krama tinggal atau bekerja di luar daerah. I Gede Anteng menyebut ada krama yang merantau ke Denpasar, Badung, dan Gianyar.
Penasihat Maha Semaya Warga Pande Kabupaten Buleleng, Gede Supriatna, mengatakan tradisi adat dan keagamaan berperan menjaga ikatan sosial. Ia menilai mapeed bukan sekadar prosesi seremonial, melainkan sarana memperkuat persaudaraan antarkrama. Nilainya mencakup kebersamaan, gotong royong, penghormatan terhadap warisan leluhur, dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
Pelaksanaan pada Rabu pagi, 14 Oktober 2026, berlangsung di Desa Nagasepaha, Kecamatan Buleleng. Tidak ada perubahan tarif, jadwal layanan, atau pengaturan jalur yang disebutkan dalam laporan. Sumber juga menyebut keterlibatan generasi muda dinilai penting agar tradisi mapeed terus dikenal dan diwariskan.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Data Bali
Aktivasi IKD Bali, Karangasem Terendah
Aktivasi IKD Bali masih belum memenuhi target 2026. Buleleng dan Badung melampaui sasaran, sedangkan Karangasem mencatat capaian paling rendah.
Terbaru di Budaya
Berita utama hari ini

Baca juga




