Bali Aktual

Kamis, 15 Oktober 2026

Mapeed Iringi Piodalan Agung di Nagasepaha

Krama Desa Nagasepaha mengikuti mapeed dalam piodalan agung di Merajan Pande Beratan, Kecamatan Buleleng, pada Rabu pagi, 14 Oktober 2026. Iring-iringan berlangsung sekitar 500 meter.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Sekelompok wanita Bali mengenakan kebaya putih berjalan sambil mengusung gebogan di atas kepala.
Ilustrasi: Sekelompok wanita Bali mengenakan kebaya putih berjalan sambil mengusung gebogan di atas kepala. · Foto: KANS. TV / Pexels

Singaraja — Krama Desa Nagasepaha mengikuti tradisi mapeed dalam rangkaian piodalan agung di Merajan Pande Beratan, Kecamatan Buleleng, pada Rabu pagi, 14 Oktober 2026. Iring-iringan sepanjang kurang lebih 500 meter itu diiringi tabuhan baleganjur.

Pelaksanaan mapeed menjadi bagian dari rangkaian piodalan sekaligus ruang berkumpul bagi krama. Prajuru Merajan Pande Beratan, I Gede Anteng, menyebut tradisi ini bertujuan mempersatukan krama dan menyambut piodalan agung. Dalam konteks Bali, krama berarti warga atau anggota komunitas adat.

Mapeed juga dimaknai sebagai pasemetonan atau persaudaraan warga Pande. Kegiatan tersebut memperkuat kebersamaan dan semangat gotong royong dalam menjalankan adat serta agama. Iringan baleganjur menjadi bagian dari prosesi warga menuju tempat berlangsungnya rangkaian upacara.

Mapeed menjaga kebersamaan krama Nagasepaha

Bagi pembaca di Kabupaten Buleleng, kegiatan ini menunjukkan bahwa tradisi adat tetap menjadi ruang pertemuan warga, termasuk ketika sebagian krama tinggal atau bekerja di luar daerah. I Gede Anteng menyebut ada krama yang merantau ke Denpasar, Badung, dan Gianyar.

Penasihat Maha Semaya Warga Pande Kabupaten Buleleng, Gede Supriatna, mengatakan tradisi adat dan keagamaan berperan menjaga ikatan sosial. Ia menilai mapeed bukan sekadar prosesi seremonial, melainkan sarana memperkuat persaudaraan antarkrama. Nilainya mencakup kebersamaan, gotong royong, penghormatan terhadap warisan leluhur, dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Pelaksanaan pada Rabu pagi, 14 Oktober 2026, berlangsung di Desa Nagasepaha, Kecamatan Buleleng. Tidak ada perubahan tarif, jadwal layanan, atau pengaturan jalur yang disebutkan dalam laporan. Sumber juga menyebut keterlibatan generasi muda dinilai penting agar tradisi mapeed terus dikenal dan diwariskan.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

    Aktivasi IKD Bali, Karangasem Terendah

    Data Bali

    Aktivasi IKD Bali, Karangasem Terendah

    Aktivasi IKD Bali masih belum memenuhi target 2026. Buleleng dan Badung melampaui sasaran, sedangkan Karangasem mencatat capaian paling rendah.

  2. Terbaru di Budaya

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.