Bali Aktual

Senin, 5 Oktober 2026

Koster Minta TKD Bali Diperkuat, Banggar Soroti Ketergantungan Pariwisata

Gubernur Bali Wayan Koster meminta penguatan TKD untuk membiayai infrastruktur strategis. Banggar DPR RI menyebut ekonomi Bali tumbuh 5,78 persen pada triwulan II 2026, tetapi akomodasi serta makanan dan minuman masih dominan.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Pemandangan udara jembatan jalan raya yang melintasi perairan laut berwarna toska.
Ilustrasi: Pemandangan udara jembatan jalan raya yang melintasi perairan laut berwarna toska. · Foto: zs Lin / Pexels

Denpasar — Gubernur Bali Wayan Koster meminta pemerintah pusat memperkuat alokasi Transfer ke Daerah (TKD) untuk membiayai infrastruktur strategis dalam kunjungan kerja Badan Anggaran DPR RI di Gedung Wiswa Sabha Utama, Denpasar, Jumat, 2 Oktober 2026.

Mengapa ini penting: Usulan penguatan TKD berkaitan dengan pembiayaan infrastruktur Bali, sementara dominasi sektor pariwisata memengaruhi arah diversifikasi ekonomi daerah.

Permintaan itu disampaikan saat tim Banggar DPR RI menghimpun masukan mengenai kebijakan penerimaan dan pengalokasian TKD dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Menurut laporan Bali Post dan NusaBali, Koster menilai dukungan fiskal perlu mempertimbangkan karakteristik serta kontribusi Bali terhadap perekonomian nasional.

NusaBali melaporkan, total alokasi TKD bagi Pemerintah Provinsi Bali dan sembilan kabupaten atau kota pada 2026 berkurang sekitar Rp1,5 triliun. Pengurangan itu disebut berpotensi mengganggu pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur.

Dalam forum tersebut, Wakil Ketua Banggar DPR RI Syarief Abdullah Alkadrie mengatakan perubahan alokasi TKD tidak semata-mata menunjukkan penurunan dukungan anggaran. Sebagian anggaran, menurut laporan Bali Post, dialihkan untuk program strategis nasional yang dilaksanakan pemerintah pusat dan berdampak langsung ke daerah.

Syarief menyebut ekonomi Bali tumbuh 5,78 persen secara tahunan pada triwulan II 2026, naik dari 5,58 persen pada triwulan sebelumnya dan lebih tinggi daripada pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29 persen.

Namun, sektor penyediaan akomodasi serta makanan dan minuman masih menyumbang 21,91 persen terhadap produk domestik regional bruto Bali. NusaBali melaporkan sekitar 66 persen ekonomi lokal Bali berkaitan dengan hotel, restoran, dan sektor ikutannya, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah.

Risiko ketergantungan pariwisata

Ketergantungan itu membuat perekonomian Bali terpengaruh oleh perubahan aktivitas wisatawan. Karena itu, diversifikasi ekonomi dinilai penting untuk memperkuat ketahanan daerah.

Koster menyebut pertanian sebagai salah satu sektor yang dipersiapkan menjadi sumber pertumbuhan baru. Banggar DPR RI juga mendorong penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah, pertanian, ekonomi kreatif, serta sektor lain di luar pariwisata.

Selain pembiayaan infrastruktur, forum tersebut membahas tantangan pengendalian inflasi, konektivitas dan kemacetan, kualitas infrastruktur, pengelolaan sampah dan lingkungan, ketersediaan air, serta perluasan manfaat pariwisata bagi masyarakat lokal.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Ekonomi

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.