Koster Minta TKD Bali Diperkuat, Banggar Soroti Ketergantungan Pariwisata
Gubernur Bali Wayan Koster meminta penguatan TKD untuk membiayai infrastruktur strategis. Banggar DPR RI menyebut ekonomi Bali tumbuh 5,78 persen pada triwulan II 2026, tetapi akomodasi serta makanan dan minuman masih dominan.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Denpasar — Gubernur Bali Wayan Koster meminta pemerintah pusat memperkuat alokasi Transfer ke Daerah (TKD) untuk membiayai infrastruktur strategis dalam kunjungan kerja Badan Anggaran DPR RI di Gedung Wiswa Sabha Utama, Denpasar, Jumat, 2 Oktober 2026.
Mengapa ini penting: Usulan penguatan TKD berkaitan dengan pembiayaan infrastruktur Bali, sementara dominasi sektor pariwisata memengaruhi arah diversifikasi ekonomi daerah.
Permintaan itu disampaikan saat tim Banggar DPR RI menghimpun masukan mengenai kebijakan penerimaan dan pengalokasian TKD dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Menurut laporan Bali Post dan NusaBali, Koster menilai dukungan fiskal perlu mempertimbangkan karakteristik serta kontribusi Bali terhadap perekonomian nasional.
NusaBali melaporkan, total alokasi TKD bagi Pemerintah Provinsi Bali dan sembilan kabupaten atau kota pada 2026 berkurang sekitar Rp1,5 triliun. Pengurangan itu disebut berpotensi mengganggu pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur.
Dalam forum tersebut, Wakil Ketua Banggar DPR RI Syarief Abdullah Alkadrie mengatakan perubahan alokasi TKD tidak semata-mata menunjukkan penurunan dukungan anggaran. Sebagian anggaran, menurut laporan Bali Post, dialihkan untuk program strategis nasional yang dilaksanakan pemerintah pusat dan berdampak langsung ke daerah.
Syarief menyebut ekonomi Bali tumbuh 5,78 persen secara tahunan pada triwulan II 2026, naik dari 5,58 persen pada triwulan sebelumnya dan lebih tinggi daripada pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29 persen.
Namun, sektor penyediaan akomodasi serta makanan dan minuman masih menyumbang 21,91 persen terhadap produk domestik regional bruto Bali. NusaBali melaporkan sekitar 66 persen ekonomi lokal Bali berkaitan dengan hotel, restoran, dan sektor ikutannya, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah.
Risiko ketergantungan pariwisata
Ketergantungan itu membuat perekonomian Bali terpengaruh oleh perubahan aktivitas wisatawan. Karena itu, diversifikasi ekonomi dinilai penting untuk memperkuat ketahanan daerah.
Koster menyebut pertanian sebagai salah satu sektor yang dipersiapkan menjadi sumber pertumbuhan baru. Banggar DPR RI juga mendorong penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah, pertanian, ekonomi kreatif, serta sektor lain di luar pariwisata.
Selain pembiayaan infrastruktur, forum tersebut membahas tantangan pengendalian inflasi, konektivitas dan kemacetan, kualitas infrastruktur, pengelolaan sampah dan lingkungan, ketersediaan air, serta perluasan manfaat pariwisata bagi masyarakat lokal.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Kabupaten/Kota
Buleleng Berpotensi Hujan Ringan pada 4 Oktober 2026
BMKG memprakirakan Buleleng mengalami hujan ringan pada Minggu, 4 Oktober 2026. Wilayah Bali lainnya didominasi cuaca cerah atau berawan, dengan suhu…
Terbaru di Ekonomi

Baca juga





