Bali dan Timor-Leste Bahas Penguatan Kerja Sama Ekonomi di Denpasar
Forum bisnis di Denpasar pada 2–3 Oktober 2026 membahas perdagangan, investasi, pariwisata, pertanian, perikanan, dan rencana konsorsium pengusaha Bali-Timor-Leste.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Denpasar — Pemerintah Provinsi Bali dan Timor-Leste membahas penguatan kerja sama ekonomi dalam Bali–Timor-Leste Business Forum di Denpasar pada 2–3 Oktober 2026.
Mengapa ini penting: Forum ini membuka pembahasan perdagangan, investasi, dan kemitraan bisnis yang dapat melibatkan pemerintah serta pelaku usaha Bali dan Timor-Leste.
Forum tersebut mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, investor, akademisi, usaha mikro, kecil, dan menengah, serta pemangku kepentingan dari kedua pihak. Menurut laporan NusaBali, pertemuan itu membahas investasi, perdagangan, inovasi, dan kolaborasi keuangan.
Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan kerja sama dapat dikembangkan pada sektor pariwisata, pertanian, peternakan, perikanan, dan perdagangan. Menteri Pertanian, Peternakan, Perikanan, dan Kehutanan Timor-Leste Marcos da Cruz menyebut forum membahas tiga pilar, yakni ekonomi biru, ekonomi hijau, dan ekonomi emas, menurut Bali Post dan JPNN Bali.
Bahas investasi dan perdagangan
Forum pada 2 Oktober berlangsung di Awan Auditorium 3, Tsinghua Southeast Asia Center, kawasan ekonomi khusus Kura Kura Bali, Serangan, Denpasar Selatan. RRI melaporkan agenda diskusi mencakup perdagangan bilateral, investasi, ekonomi kelautan dan perikanan, konektivitas maritim, pariwisata berkelanjutan, perlindungan lingkungan, pertanian, pendidikan, dan kerja sama keuangan.
NusaBali melaporkan nilai perdagangan Bali ke Timor-Leste berdasarkan surat keterangan asal yang diterbitkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bali tercatat sebesar 18.804,35 dolar Amerika Serikat pada periode yang disampaikan dalam forum. Komoditasnya antara lain kerajinan kayu, furnitur, kerajinan logam, tekstil dan produk tekstil, serta kerajinan lain.
Agenda forum diarahkan pada penjajakan kerja sama bisnis, proyek investasi, nota kesepahaman, surat minat, dan kemitraan antara pelaku usaha. NusaBali juga melaporkan adanya rencana pembentukan konsorsium pengusaha Bali untuk membuka akses perdagangan dengan Timor-Leste.
Rencana tindak lanjut
Menurut laporan Detik Bali, tindak lanjut forum mencakup pencocokan bisnis, pencocokan investasi, pertemuan antarbisnis dan pemerintah, serta pencocokan proyek investasi. Peluang investasi akan dihimpun dalam daftar proyek untuk ditindaklanjuti setelah forum.
Forum ini merupakan bagian dari Bali International Business and Investment Forum 2026 dan mengusung tema “Connecting Opportunities, Building Prosperity”.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Kabupaten/Kota
Buleleng Berpotensi Hujan Ringan pada 4 Oktober 2026
BMKG memprakirakan Buleleng mengalami hujan ringan pada Minggu, 4 Oktober 2026. Wilayah Bali lainnya didominasi cuaca cerah atau berawan, dengan suhu…
Terbaru di Ekonomi

Baca juga





