Berapa Tingkat Pengangguran Terbuka Bali pada Mei 2026?
TPT Bali pada Mei 2026 sebesar 1,52 persen. BPS juga mencatat 2,70 juta orang masuk angkatan kerja dan 2,66 juta orang bekerja, dengan setengah pengangguran 2,46 persen.
Oleh Mukmin John
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Bali pada Mei 2026 sebesar 1,52 persen. Angka ini menunjukkan proporsi angkatan kerja yang belum bekerja dan sedang mencari pekerjaan, bukan seluruh penduduk Bali. Pada periode yang sama, angkatan kerja mencapai 2,70 juta orang dan penduduk yang bekerja 2,66 juta orang, menurut BPS, 2026.
Apa arti TPT Bali 1,52 persen?
TPT mengukur persentase penganggur terhadap angkatan kerja. Karena itu, angka 1,52 persen tidak berarti 1,52 persen dari seluruh penduduk Bali tidak bekerja. Cakupannya adalah penduduk usia kerja yang termasuk angkatan kerja, yakni mereka yang bekerja atau sedang mencari pekerjaan.
BPS mencatat TPT Bali pada Mei 2026 turun 0,07 persen poin dibandingkan Februari 2026, ketika angkanya 1,59 persen. Perubahan ini menunjukkan penurunan proporsi penganggur di antara angkatan kerja pada dua periode survei tersebut, menurut BPS, 2026.
Berapa jumlah angkatan kerja dan penduduk yang bekerja?
Angkatan kerja Bali pada Mei 2026 mencapai 2,70 juta orang, meningkat 37,70 ribu orang dibandingkan Februari 2026. Penduduk yang bekerja mencapai 2,66 juta orang, bertambah 39,05 ribu orang pada periode yang sama, menurut BPS, 2026.
Angka-angka itu menggambarkan ukuran pasar kerja Bali pada periode survei. Jumlah angkatan kerja mencakup penduduk yang sudah bekerja dan mereka yang belum bekerja tetapi masuk kategori penganggur.
Apakah semua pekerja di Bali bekerja penuh?
Tidak. BPS mencatat persentase setengah pengangguran pada Mei 2026 sebesar 2,46 persen, naik 0,73 persen poin dibandingkan Februari 2026. Setengah pengangguran adalah pekerja yang jam kerjanya belum penuh dan masih memiliki atau mencari pekerjaan tambahan, sesuai pengukuran ketenagakerjaan BPS.
Pekerja formal pada Mei 2026 berjumlah 1,37 juta orang atau 51,55 persen dari total penduduk yang bekerja, menurut BPS, 2026. Dengan demikian, data TPT perlu dibaca bersama indikator jam kerja dan status pekerjaan.
Sektor apa yang menambah penyerapan tenaga kerja?
Penyediaan akomodasi dan makan minum menjadi lapangan usaha yang mengalami peningkatan penyerapan tenaga kerja terbesar pada Mei 2026 dibandingkan Februari 2026, menurut BPS, 2026. Sektor ini terkait dengan aktivitas ekonomi pariwisata, tetapi angka tersebut tidak berarti seluruh pekerja Bali berada di sektor pariwisata.
Perbandingan antarkota dan kabupaten memerlukan tabel daerah yang terpisah. Data yang dirilis untuk periode ini mendeskripsikan kondisi Bali secara provinsi, sehingga angka 1,52 persen tidak dapat digunakan untuk menyimpulkan TPT di Denpasar, Badung, Buleleng, atau daerah lain.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Ekonomi
Pemprov Bali Soroti Kesenjangan Izin Rental Motor
Pemprov Bali mencatat perusahaan PMA berizin untuk penyewaan sepeda motor tidak lebih dari lima. Di lapangan, praktik usaha serupa disebut mencapai se…
Terbaru di Data Bali

Baca juga





