Koster Minta Pariwisata Bali Jaga Ruang dan Lingkungan
Wayan Koster menyebut devisa pariwisata Bali pada 2025 sekitar Rp176 triliun. Ia meminta pertumbuhan pariwisata dan investasi tidak menekan lahan pertanian, lingkungan, serta ruang hidup warga.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· 1 menit baca
Denpasar — Gubernur Bali Wayan Koster pada 26 September 2026 menyebut devisa pariwisata Bali pada 2025 sekitar Rp176 triliun dan meminta pertumbuhan pariwisata serta investasi dikelola hati-hati agar tidak menekan lahan pertanian, lingkungan, dan ruang hidup masyarakat.
Angka tersebut disebut setara sekitar 55 persen dari total devisa pariwisata nasional sebesar Rp319,9 triliun. Luas Bali yang terbatas menjadi alasan pengelolaan pembangunan dan investasi perlu dilakukan secara hati-hati.
Mengapa ini penting bagi warga Bali
Pernyataan Koster berkaitan langsung dengan ruang yang dipakai warga, termasuk lahan pertanian dan lingkungan di kabupaten/kota destinasi wisata. Bagi krama, yaitu warga adat, arah kebijakan ini dapat memengaruhi cara pembangunan pariwisata dan investasi menggunakan ruang hidup Bali.
Aktivitas pariwisata Bali pada 2025 menerima sekitar 7,05 juta wisatawan mancanegara. Angka devisa Rp176 triliun dipaparkan sebagai kontribusi besar Bali terhadap pariwisata Indonesia, tetapi pertumbuhan itu disertai tekanan terhadap lahan pertanian, lingkungan, dan ruang hidup masyarakat.
Belum ada perubahan tarif, jadwal perjalanan, jalur lalu lintas, atau tenggat layanan publik yang disebut. Karena itu, yang berubah bagi pembaca hari itu adalah informasi arah kebijakan: pembangunan dan investasi pariwisata Bali akan ditekankan agar tidak mengorbankan ruang serta lingkungan.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Budaya
Koster Soroti Dampak Sembilan Tahun Pergub Busana Adat Bali
Wayan Koster menyebut Pergub Busana Adat Bali yang berlaku sejak 2018 telah berjalan sembilan tahun. Kebijakan ini berdampak pada penenun, penjahit, U…
Terbaru di Pariwisata

Baca juga




