Bali Aktual

Sabtu, 26 September 2026

Bali Catat 16,3 Juta Kunjungan Wisatawan pada 2025

Pemprov Bali menyebut kunjungan wisatawan sepanjang 2025 mencapai sekitar 16,3 juta, terdiri atas 7,05 juta wisatawan mancanegara dan sekitar 9,3 juta domestik.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Pemandangan udara petak-petak sawah hijau dan pohon kelapa.
Ilustrasi: Pemandangan udara petak-petak sawah hijau dan pohon kelapa. · Foto: Tom Fisk / Pexels

Denpasar — Pemerintah Provinsi Bali menyampaikan pada 25 September 2026 bahwa Bali menerima sekitar 7,05 juta wisatawan mancanegara dan sekitar 9,3 juta wisatawan domestik sepanjang 2025, dengan total sekitar 16,3 juta kunjungan.

Angka tersebut disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster dalam paparan mengenai Bali. Kunjungan wisatawan mancanegara pada 2025 disebut meningkat 11,4 persen dibandingkan 2024, sedangkan jumlah wisatawan domestik berada di sekitar 9,3 juta orang.

Mengapa angka ini penting bagi pembaca Bali

Total kunjungan sekitar 16,3 juta menjadi gambaran beban kunjungan yang perlu diperhitungkan warga, pelaku usaha, dan pemerintah kabupaten/kota di Bali. Angka ini berkaitan dengan kebutuhan mengatur ruang, infrastruktur, lahan pertanian, serta layanan publik di kawasan wisata.

Dalam paparan tersebut, perlindungan lahan pertanian Bali dibahas di tengah tekanan investasi. Bagi pembaca di Denpasar, Badung, Gianyar, dan kabupaten lain, data kunjungan membantu membaca mengapa arus kendaraan, kebutuhan air, sampah, dan tekanan terhadap subak—sistem pengairan pertanian tradisional Bali—menjadi bagian dari pembahasan pembangunan.

Kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik dihitung sebagai dua kelompok dalam total kunjungan. Laporan lain mengenai data 2025 juga mencatat total sekitar 16,3 juta orang, tetapi menyebut wisatawan nusantara sebanyak 9,28 juta orang. Karena laporan terbaru yang menjadi dasar berita ini menggunakan angka sekitar 9,3 juta, angka itu dipertahankan dalam berita.

Belum ada jadwal, tarif, jalur, atau tenggat baru yang disebut dalam laporan terkait angka kunjungan tersebut. Perubahan yang dapat dipakai pembaca hari ini adalah menjadikan data 2025 ini sebagai konteks saat mengikuti kebijakan pemerintah mengenai investasi, lahan pertanian, dan pengelolaan pariwisata di Bali.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Pariwisata

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.