Bali Aktual

Sabtu, 26 September 2026

Fadli Zon Sebut Bali Menghadapi Overtourism dalam Kondisi Tertentu

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyebut Bali menghadapi overtourism dalam kondisi tertentu. Ia meminta pertumbuhan pariwisata tetap menjaga seni, adat, agama, dan ekosistem budaya.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Pemandangan terasering sawah hijau yang dikelilingi pepohonan tropis rimbun.
Ilustrasi: Pemandangan terasering sawah hijau yang dikelilingi pepohonan tropis rimbun. · Foto: Mahmut Yılmaz / Pexels

Denpasar — Menteri Kebudayaan Fadli Zon membuka Utsawa Bali Sani ke-11 di Universitas Hindu Indonesia, Denpasar, pada Kamis, 24 September 2026. Dalam acara itu, ia menyebut Bali menghadapi fenomena overtourism dalam kondisi tertentu akibat tingginya jumlah wisatawan.

Mengapa ini penting: Pernyataan itu menegaskan bahwa pengelolaan pariwisata Bali perlu berjalan bersama pelindungan seni, adat istiadat, agama, dan ekosistem budaya.

Fadli mengatakan popularitas Bali bertumpu pada seni, budaya, adat istiadat, dan berbagai ekspresi kebudayaan yang hidup di masyarakat. Menurut dia, kekuatan budaya tersebut menjadi salah satu fondasi berkembangnya pariwisata Bali.

Karena itu, Fadli meminta perkembangan pariwisata dikelola secara berkelanjutan. Ia menekankan budaya Bali perlu tetap dijaga agar pariwisata tidak hanya menghasilkan aktivitas ekonomi, tetapi juga mendukung keberlanjutan kebudayaan.

Budaya sebagai modal pariwisata

Menurut Bali Post, Fadli menilai ekosistem kebudayaan Bali yang terbentuk dalam waktu panjang dapat menjadi contoh bagi daerah lain. Ia mengatakan ekosistem itu perlu dipelihara karena budaya dapat melemah jika pelaku budaya meninggalkan adat istiadat, agama, dan seni yang menjadi ekspresi masyarakat Bali.

Detik melaporkan Fadli juga menyampaikan bahwa Kementerian Kebudayaan mempercepat program pelindungan warisan budaya, baik yang bersifat bendawi maupun takbenda. Ia menempatkan perguruan tinggi sebagai salah satu mitra dalam pemajuan kebudayaan melalui pendidikan, penelitian, dan pengembangan ekosistem seni.

Utsawa Bali Sani ke-11 menjadi ruang pertemuan seni, pendidikan, pengetahuan, dan tradisi. NusaBali melaporkan kegiatan tersebut kembali digelar setelah sempat vakum selama enam tahun dan dibuka Fadli di Kampus Universitas Hindu Indonesia pada Kamis malam.

Fadli menyatakan ekonomi berbasis budaya dapat terus tumbuh apabila ekosistem kebudayaan dan manusia yang menjaganya tetap terlindungi. Pernyataan itu disampaikan dalam rangkaian pembukaan kegiatan, bukan sebagai pengumuman kebijakan pembatasan jumlah wisatawan.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Pariwisata

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.