Konsumsi Listrik Bali Naik 8,02 Persen, Beban Puncak Dekati 1.300 MW
PLN UID Bali mencatat konsumsi listrik Bali tumbuh 8,02 persen pada Semester I 2026 dan beban puncak sistem mendekati 1.300 MW. Perusahaan menyiapkan tambahan pasokan dan mendorong PLTS untuk memperkuat ketahanan energi di Pulau Dewata.
Oleh Mukmin John
Editor: Mursyid Sonsang
· 3 menit baca
Denpasar — PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Bali mencatat konsumsi listrik di Bali tumbuh 8,02 persen pada Semester I 2026, salah satu yang tertinggi di Indonesia menurut pemaparan perusahaan di Denpasar, Kamis, 20 Agustus 2026.
Pertumbuhan itu dikaitkan dengan meningkatnya aktivitas ekonomi, pariwisata, dan sektor usaha di Pulau Dewata. General Manager PLN UID Bali Ajrun Karim menjelaskan beban listrik di Bali relatif tinggi dan merata sepanjang hari karena banyak kegiatan ekonomi berlangsung hampir tanpa henti.
Dalam pemberitaan yang mengutip data PLN UID Bali, pertumbuhan konsumsi listrik mencapai 8,02 persen per tahun dan disebut melampaui pertumbuhan ekonomi Bali yang berada di kisaran 5,6–5,78 persen. Menurut laporan media yang merujuk data PLN dan Bank Indonesia, kenaikan konsumsi listrik menjadi salah satu penopang pertumbuhan lapangan usaha pengadaan listrik dan gas di Bali.
PLN UID Bali mencatat hingga akhir Juni 2026 penjualan tenaga listrik sebesar 4.111,51 GWh dengan pertumbuhan konsumsi 7,85 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka 8,02 persen digunakan perusahaan sebagai indikator tren tahunan kebutuhan listrik, seiring bertambahnya pelanggan dan aktivitas usaha.
Lonjakan beban puncak dan kebutuhan pasokan
Kenaikan konsumsi diikuti peningkatan beban puncak sistem kelistrikan Bali yang kini mendekati 1.300 megawatt (MW). Ajrun Karim menyebut beban puncak yang nyaris 1.300 MW menunjukkan kebutuhan listrik Bali terus meningkat seiring aktivitas masyarakat, pariwisata, dan dunia usaha.
Data PLN UID Bali per akhir Juni 2026 menunjukkan daya mampu pasok sebesar 1.518 MW dengan beban puncak 1.234 MW, sehingga masih tersedia cadangan daya untuk mendukung pertumbuhan pelanggan dan agenda nasional di Bali. Namun, beberapa pejabat dan pengamat energi di Bali mengingatkan ketahanan sistem perlu diperkuat karena tren beban puncak sudah mendekati 1.300 MW.
Untuk mengantisipasi kenaikan kebutuhan, PLN menyatakan komitmen memperkuat infrastruktur kelistrikan Bali dan menyiapkan tambahan pasokan, termasuk melalui pembangunan pembangkit baru dan jaringan transmisi. Rencana itu dikaitkan dengan proyeksi pertumbuhan kebutuhan listrik sekitar 7,85–8,02 persen per tahun.
Pengembangan PLTS dan energi terbarukan
PLN mendorong pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sebagai salah satu sumber energi baru dan terbarukan untuk Bali. Dalam forum energi di Denpasar pertengahan Juli 2026, Ajrun Karim menyebut PLTS memiliki potensi besar karena bisa dikembangkan melalui beberapa skema, termasuk PLTS atap dan pembangkit berskala besar.
Pengembangan PLTS di Bali disebut sejalan dengan kebijakan nasional dan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) yang mengarahkan peningkatan porsi energi terbarukan dalam bauran listrik. Pemerintah dan PLN menilai pemanfaatan energi terbarukan dapat membantu meningkatkan kemandirian energi sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dalam sistem kelistrikan Bali.
Keandalan listrik dan pariwisata Bali
Bali sebagai pusat pariwisata dan ekonomi membutuhkan pasokan listrik yang andal untuk mendukung hotel, restoran, pusat perdagangan, fasilitas publik, serta industri kreatif. PLN dan pemerintah daerah menekankan kebutuhan listrik stabil sebagai prasyarat penyelenggaraan berbagai agenda nasional dan internasional di Bali.
Menurut Ajrun Karim, pertumbuhan konsumsi listrik yang tinggi mencerminkan aktivitas ekonomi yang bergerak hampir tanpa henti dan menuntut pasokan listrik cukup serta andal. Media lokal mencatat sektor bisnis dan industri menjadi penyumbang pertumbuhan konsumsi terbesar, sementara sektor rumah tangga juga mengalami kenaikan seiring pemulihan ekonomi dan pariwisata.
Dengan tren konsumsi dan beban puncak yang terus naik, PLN UID Bali menyatakan akan memperkuat ketahanan energi di Pulau Dewata melalui kombinasi penambahan kapasitas pembangkit, penguatan jaringan, dan perluasan pemanfaatan energi terbarukan.
Sumber
Berita berikutnya

Sensus Ekonomi 2026 di Bali, Klungkung Lampaui 100 Persen Karena Usaha Baru
BPS mencatat progres Sensus Ekonomi 2026 di Bali berada di atas rata-rata nasional.

