Jenazah PMI Jembrana Putu Darmayasa Tiba di Bali 15 September
Jenazah I Putu Darmayasa, PMI asal Lingkungan Dewasana, Jembrana, yang meninggal di Seychelles akibat serangan stroke, dijadwalkan tiba di Bali pada Selasa malam, 15 September 2026.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Jembrana — Jenazah I Putu Darmayasa, 52 tahun, pekerja migran Indonesia asal Lingkungan Dewasana, Kelurahan Pendem, Jembrana, dijadwalkan tiba di Bali pada Selasa, 15 September 2026 sekitar pukul 22.45 WITA setelah meninggal dunia di Seychelles, negara kepulauan di Afrika Timur.
Kepastian jadwal kedatangan disampaikan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Jembrana, Kadek Mirah Ananta Sukma Dewi, setelah berkoordinasi dengan BP3MI Bali, sebagaimana diberitakan RRI dan Tribun Bali.
Menurut Mirah, jenazah akan mendarat di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada Selasa malam dan selanjutnya difasilitasi pemkab untuk diantar menuju rumah duka di Lingkungan Dewasana.
Pemerintah Kabupaten Jembrana menyiapkan satu ambulans dan satu kendaraan penjemput untuk mengawal proses pemulangan dari bandara hingga rumah duka.
Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Jembrana bersama BP3MI Bali akan mendampingi keluarga dalam proses penyerahan jenazah dan perjalanan dari bandara ke Jembrana.
Data pemulangan
- Nama: I Putu Darmayasa
- Usia: 52 tahun
- Asal: Lingkungan Dewasana, Kelurahan Pendem, Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana
- Lokasi meninggal: Seychelles, Afrika Timur
- Jadwal tiba di Bali: Selasa, 15 September 2026, sekitar pukul 22.45–23.30 WITA
- Fasilitasi Pemkab Jembrana: satu ambulans dan satu kendaraan penjemput dari bandara ke rumah duka
Riwayat pekerjaan dan kondisi kesehatan
I Putu Darmayasa tercatat bekerja di Seychelles sejak 2019.
Menurut pemberitaan Bali Tribune, ia bekerja sebagai tenaga pemasang rumah kayu knock down dan sopir.
Tribun Bali dan RRI menyebutkan Darmayasa meninggal setelah mengalami sakit mendadak yang berkaitan dengan serangan stroke.
Bali Tribune menulis bahwa ia meninggal dunia pada Sabtu, 12 September 2026 akibat serangan stroke di Seychelles.
Setelah proses penanganan di rumah sakit setempat, jenazah diserahkan kepada maskapai untuk diterbangkan ke Indonesia.
RRI dan Bali Tribune mengutip penjelasan pejabat Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Jembrana bahwa seluruh biaya perawatan medis hingga pemulangan jenazah ditanggung oleh perusahaan tempat Darmayasa bekerja.
Pemerintah Kabupaten Jembrana melalui Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian berfokus memberikan dukungan transportasi dan pendampingan keluarga.
Ambulans dan kendaraan penjemput disiapkan untuk membawa jenazah dari Bandara I Gusti Ngurah Rai menuju rumah duka di Lingkungan Dewasana.
Setibanya di rumah duka, keluarga menyiapkan rangkaian upacara adat, termasuk pengabenan yang dijadwalkan pada Kamis, 24 September 2026.
Sumber
Berita berikutnya

KONI Klungkung Siapkan Sanksi Atlet Absen TC Fisik Bareng TNI
KONI Klungkung menyiapkan sanksi berupa pencoretan dari kontingen Porprov Bali 2027 bagi atlet dan cabang olahraga yang menolak mengikuti pemusatan la…

