Bali Aktual

Minggu, 20 September 2026

Penyeberangan Danau Batur Dibuka Lagi Pukul 14.00 WITA

Layanan penyeberangan wisata Danau Batur melalui Dermaga Kedisan, Kintamani, kembali dibuka Minggu, 13 September 2026, sekitar pukul 14.00 WITA setelah sehari ditutup akibat angin kencang dan gelombang tinggi.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 3 menit baca

Bangli — Layanan penyeberangan wisata di Danau Batur, Kintamani, kembali beroperasi pada Minggu, 13 September 2026, sekitar pukul 14.00 WITA setelah sempat ditutup akibat angin kencang dan gelombang tinggi di kawasan perairan danau.

Menurut Pelaksana Tugas Kepala UPT Penyeberangan Danau Batur, I Wayan Seridana, hembusan angin kencang mulai dirasakan pada Sabtu, 12 September 2026, sekitar pukul 02.30 WITA. Kondisi itu disertai gelombang tinggi sehingga aktivitas penyeberangan melalui Dermaga Kedisan dihentikan sementara.

Penutupan penuh layanan penyeberangan pada Sabtu membuat sejumlah wisatawan yang hendak menyeberang ke kawasan wisata Desa Trunyan membatalkan perjalanan. Menurut Seridana, sedikitnya tujuh pesanan penyeberangan dari wisatawan mancanegara pada hari itu dibatalkan karena cuaca tidak memungkinkan.

Layanan kembali dibuka terbatas

Seridana menjelaskan, penyeberangan kembali dibuka pada Minggu, 13 September 2026, sekitar pukul 14.00 WITA setelah cuaca di kawasan Danau Batur berangsur membaik. Pada saat pembukaan kembali, situasi di perairan danau disebut relatif lebih baik dibandingkan kondisi di daratan sekitarnya.

Kendati layanan sudah dibuka, hingga Minggu sore baru satu unit perahu atau boat yang tercatat beroperasi menyeberangi danau. Menurut Seridana, pada hari Minggu itu hanya terdapat satu pesanan penyeberangan menuju Desa Trunyan.

Seridana menuturkan bahwa pada Minggu layanan penyeberangan di Dermaga Kedisan hanya berjalan setengah hari. Wisatawan yang terdampak penutupan diminta mengatur ulang jadwal keberangkatan menyesuaikan kondisi cuaca dan ketersediaan armada.

Dampak bagi aktivitas wisata

Dermaga Kedisan merupakan salah satu akses utama penyeberangan wisatawan menuju Desa Trunyan di tepi Danau Batur. Desa ini dikenal sebagai tujuan wisata karena tradisi pemakaman di bawah pohon taru menyan yang menjadi daya tarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Penutupan sementara layanan penyeberangan pada akhir pekan berdampak pada jadwal perjalanan wisata dan pendapatan operator perahu. Seridana memperkirakan pembatalan tujuh pesanan penyeberangan wisatawan pada Sabtu menyebabkan potensi kerugian sekitar Rp2,1 juta untuk tiket pulang-pergi.

Seridana menambahkan, aktivitas penyeberangan wisata di Danau Batur pada Agustus hingga awal September 2026 umumnya berjalan normal. Rata-rata UPT mencatat sekitar 70 perjalanan per bulan atau sekitar dua perjalanan per hari. Aktivitas biasanya meningkat pada masa libur akhir tahun seiring bertambahnya kunjungan wisatawan ke kawasan Danau Batur dan Desa Trunyan.

Imbauan keselamatan dan pemantauan cuaca

Menurut Seridana, keputusan menutup dan membuka kembali layanan penyeberangan di Danau Batur mempertimbangkan keselamatan penumpang dan awak perahu. Ia menyampaikan bahwa operator dan wisatawan diimbau memantau perkembangan cuaca dan mengikuti arahan petugas di lapangan sebelum melakukan perjalanan.

Seridana menekankan pentingnya penyesuaian jadwal keberangkatan dengan kondisi cuaca dan keterbatasan operasional saat terjadi angin kencang dan gelombang tinggi. Penyeberangan wisata di Danau Batur diharapkan tetap berjalan dengan mengutamakan keselamatan, terutama pada periode potensi cuaca ekstrem.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.