Gianyar Standarkan Ruang Bermain dan Dukung Kafe Ramah Disabilitas
Pemkab Gianyar mengajukan ruang bermain anak di Alun-alun Gianyar dan Puspem Payangan untuk standardisasi Ruang Bermain Ramah Anak.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· 3 menit baca
Gianyar — Pemerintah Kabupaten Gianyar menyatakan komitmen menyediakan fasilitas ramah disabilitas pada sejumlah infrastruktur publik, termasuk ruang bermain anak di kawasan alun-alun dan pusat pemerintahan, serta mendukung pemberdayaan penyandang disabilitas melalui kerja sama dengan kafe sosial Piduh Charity Cafe di Blahbatuh.
Upaya tersebut antara lain dilakukan melalui pengajuan dua ruang bermain anak untuk mendapatkan standardisasi Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia.
Menurut pemberitaan Balijani.id, ruang bermain anak di Alun-alun Gianyar dan taman bermain di kawasan pusat pemerintahan (puspem) Payangan diajukan agar memenuhi standar keamanan, kenyamanan, dan bebas dari perlakuan diskriminatif bagi anak, termasuk anak dengan disabilitas.
Ruang bermain anak di Puspem Payangan
Balijani.id melaporkan, proses standardisasi ruang bermain anak di Alun-alun Gianyar dan Puspem Payangan telah berlangsung sejak 2021 melalui sejumlah tahapan.
Tahapan itu meliputi penyusunan rencana kerja, sosialisasi dan advokasi, penetapan pendamping, proses pendampingan, self assessment pengisian borang penilaian, dan penyampaian hasil self assessment oleh tim pendamping RBRA Kementerian PPPA kepada pemerintah daerah.
Hingga September 2022, proses tersebut disebut telah memasuki tahap koordinasi hasil penilaian bersama Wakil Bupati Gianyar Anak Agung Gde Mayun dan organisasi perangkat daerah terkait.
Dalam konsep RBRA, ruang bermain anak dinyatakan sebagai tempat yang mengakomodasi kegiatan bermain dengan aman, nyaman, terlindungi dari kekerasan, serta tidak berada dalam situasi dan kondisi diskriminatif.
Ruang bermain yang memenuhi standar diharapkan dapat diakses oleh seluruh anak, termasuk yang berkebutuhan khusus, sehingga menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan publik yang lebih inklusif.
Pemberdayaan penyandang disabilitas di Piduh Charity Cafe
Di luar pengembangan fasilitas fisik, dukungan terhadap penyandang disabilitas juga terlihat pada sektor ekonomi dan sosial.
NusaBali dan sejumlah media lokal menggambarkan Piduh Charity Cafe di Jalan Yeh Pulu, Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, sebagai kafe yang mempekerjakan pekerja berkebutuhan khusus.
Piduh Charity Cafe didirikan di bawah naungan Yayasan Widya Guna Bali dan memberdayakan sembilan sampai sepuluh pekerja disabilitas, antara lain dengan down syndrome, autisme, keterbatasan fisik, dan disabilitas intelektual, melalui pelatihan kerja dan penyediaan lingkungan kerja yang aman.
Republika melaporkan, Piduh Charity Cafe juga menjadi lokasi program pemberdayaan inklusif yang didukung Maybank Indonesia.
Melalui penyaluran donasi nasabah, program itu ditujukan untuk mendukung pengembangan dan pemberdayaan pegawai kafe yang merupakan penyandang disabilitas.
Wakil Bupati Gianyar Anak Agung Gde Mayun disebut hadir mewakili Bupati Gianyar dalam kegiatan yang dikaitkan dengan pelaksanaan Maybank Marathon 2026 dan program sosial di Piduh Charity Cafe.
Konteks kebijakan inklusi
Kebijakan fasilitas ramah anak dan disabilitas di Gianyar berkembang seiring penguatan program kabupaten layak anak dan inisiatif pemberdayaan kelompok rentan.
Standardisasi ruang bermain anak di Alun-alun Gianyar dan Puspem Payangan ditempatkan sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah memenuhi indikator ramah anak dan mengurangi potensi diskriminasi di ruang publik.
Sementara itu, kolaborasi dengan Piduh Charity Cafe menunjukkan pendekatan yang melibatkan yayasan sosial dan sektor swasta dalam menyediakan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas.
Meski pemerintah daerah menyatakan komitmen terhadap aspek inklusi, detail teknis terkait standar aksesibilitas fisik pada seluruh gedung pemerintahan di pusat pemerintahan baru maupun sebaran fasilitas di wilayah perdesaan belum diurai dalam pemberitaan yang tersedia.
Sumber
Berita berikutnya

PAD Klungkung Tembus Rp340,23 Miliar hingga Pertengahan September
Realisasi PAD Klungkung hingga pertengahan September 2026 mencapai sekitar Rp340,23 miliar atau sekitar 56 persen dari target Rp607,45 miliar.
Baca juga



