Bali Aktual

Minggu, 8 November 2026

Forum BALINOMICS Bahas Pengembangan Pariwisata Bali Utara

Forum BALINOMICS di Buleleng pada 5 November 2026 membahas pengembangan pariwisata, konektivitas Bali Utara-Selatan, pemerataan investasi, serta hilirisasi komoditas pertanian dan kelautan.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Pemandangan udara perahu jukung tradisional bersandar di tepi pantai berpasir gelap dekat sawah.
Ilustrasi: Pemandangan udara perahu jukung tradisional bersandar di tepi pantai berpasir gelap dekat sawah. · Foto: Tom Fisk / Pexels

Rumah Jabatan Bupati Buleleng — Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Bali dan Pemerintah Kabupaten Buleleng membahas pengembangan pariwisata serta sumber pertumbuhan ekonomi baru Bali Utara dalam Forum Group Discussion BALINOMICS pada 5 November 2026.

Mengapa ini penting: Pembahasan ini menetapkan fokus pengembangan pariwisata, konektivitas, investasi, dan pengolahan komoditas yang menjadi arah pemerataan ekonomi Bali Utara.

Forum itu menyoroti perlunya memperkuat konektivitas Bali Utara dan Bali Selatan, pemerataan investasi dan infrastruktur, serta pengembangan sektor unggulan daerah. Agenda resmi Pemerintah Kabupaten Buleleng mencantumkan penguatan sektor pariwisata melalui konektivitas utara-selatan, peningkatan hasil kelautan dan perikanan, serta industri pengolahan komoditas pertanian.

Empat fokus pembahasan

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Achris Sarwani mengatakan BALINOMICS membahas empat fokus utama: pengembangan pariwisata, pemerataan investasi dan infrastruktur, penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah serta produksi komoditas pangan, dan pengembangan potensi ekonomi Bali Utara.

Asisten II Sekretariat Daerah Buleleng Putu Ayu Reika Nurhaeni menyatakan pengembangan ekonomi Bali Utara perlu terintegrasi dengan sektor pertanian, perikanan, dan kebudayaan. Konektivitas antarwilayah, penataan kawasan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan infrastruktur disebut sebagai bagian dari strategi tersebut.

Bank Indonesia juga mendorong pengembangan industri pengolahan berbasis hasil pertanian dan kelautan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas lokal. Strategi itu diharapkan membuka peluang usaha dan memperluas kesempatan ekonomi masyarakat.

Forum tersebut melibatkan Pemerintah Kabupaten Buleleng, Bank Indonesia, akademisi, serta pemangku kepentingan lainnya. Pembahasan diarahkan untuk mengurangi ketimpangan aktivitas ekonomi antara Bali Selatan dan Bali Utara melalui penguatan konektivitas, pariwisata, dan rantai nilai komoditas lokal.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Pariwisata

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.