DLHK Badung Pastikan Armada Sampah Tetap Beroperasi Saat BBM Langka
DLHK Badung menyatakan pasokan Pertamina Dex untuk armada sampah masih cukup pada 18 Oktober 2026. Armada tetap bekerja sesuai jadwal, meski antrean SPBU dapat memperlambat perjalanan.
Oleh Pandi Muktar
· 2 menit baca
Mangupura — Pada 18 Oktober 2026, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung menyatakan pasokan Pertamina Dex untuk armada pengangkut sampah masih cukup sehingga operasional tetap normal di Kabupaten Badung.
Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) tidak menghentikan pelayanan pengangkutan sampah. Seluruh kendaraan pengangkut sampah milik DLHK Badung menggunakan Pertamina Dex, sehingga pasokan untuk kendaraan operasional masih mencukupi.
Kepala DLHK Badung Made Rai Warastuthi mengatakan armada tetap berjalan sesuai jadwal. Di lapangan, kendala yang muncul adalah kemacetan ketika antrean kendaraan di sejumlah SPBU memakan badan jalan. Hambatan itu dapat memperlambat perjalanan armada, tetapi bukan karena kekurangan BBM untuk kendaraan pengangkut sampah.
Pengangkutan sampah tetap berjalan, tetapi antrean SPBU bisa memperlambat perjalanan
Bagi pembaca di Badung, perubahan hari ini adalah layanan pengangkutan sampah tetap berlangsung seperti biasa. Warga di desa adat, banjar, dan kawasan permukiman tetap mengikuti jadwal layanan setempat. Desa adat berarti kesatuan masyarakat hukum adat di Bali, sedangkan banjar adalah kelompok warga dalam lingkungan adat.
Laporan di lapangan juga menyebut DLHK Badung mengangkut dua truk sampah atau sekitar 4 ton dari kawasan Pantai Seminyak, Kecamatan Kuta, Badung. Kuta dalam berita ini adalah wilayah Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, bukan Kuta Mandalika di Lombok.
Antrean di SPBU menjadi konteks penting bagi pengguna jalan. Ruas yang terdampak dapat membuat kendaraan pengangkut sampah membutuhkan waktu lebih lama untuk melintas. Namun, pelayanan tidak disebut berhenti atau berubah jadwal karena pasokan Pertamina Dex masih terjamin.
DLHK Badung berharap kelangkaan BBM segera teratasi. Sampai 18 Oktober 2026, warga tidak mendapat pemberitahuan tentang perubahan tarif atau jadwal pengangkutan sampah; layanan tetap berjalan normal sesuai operasional DLHK.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini
Pemerintahan
Pemprov Bali dan Pertamina Percepat Distribusi BBM 24 Jam
Pemprov Bali dan Pertamina menyepakati pembukaan depo serta SPBU selama 24 jam secara bertahap di empat wilayah. Pertamina menambah tenaga dan armada…
Terbaru di Lingkungan

Berita utama hari ini

Baca juga




