Delapan Produk UMKM Ludes di Lelang QRIS Bali Summer Run 2026
Delapan produk UMKM Bali ludes terjual dalam lelang pada QRIS Bali Summer Run 2026 di Lapangan Monumen Bajra Sandhi, Renon, Denpasar.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· 3 menit baca
Denpasar — Sebanyak delapan produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Bali ludes terjual dalam lelang pada ajang QRIS Bali Summer Run 2026 di Lapangan Monumen Bajra Sandhi, Renon, Denpasar, Sabtu, 8 Agustus 2026, menurut Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Bali dan Nusa Tenggara.
Lelang produk UMKM tersebut diselenggarakan Kanwil DJKN Bali dan Nusa Tenggara bersama Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Denpasar dan para Pejabat Lelang Kelas II Denpasar di area Lapangan Monumen Bajra Sandhi yang menjadi lokasi QRIS Bali Summer Run 2026.
QRIS Bali Summer Run 2026 merupakan kegiatan lari bertema edukasi transaksi digital yang digelar pada 8 Agustus 2026 di Lapangan Bajra Sandhi, Renon, Denpasar, sebagai bagian kampanye penggunaan pembayaran nontunai berbasis Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
Menurut laporan DJKN, seluruh delapan produk UMKM yang dilelang terjual dengan harga di atas nilai limit. DJKN menilai hasil tersebut menunjukkan minat masyarakat terhadap produk UMKM Bali sekaligus memberikan pengalaman langsung kepada peserta mengenai mekanisme pelaksanaan lelang resmi.
Data utama: jumlah produk UMKM yang dilelang dan terjual sebanyak delapan, lokasi kegiatan di Lapangan Monumen Bajra Sandhi, Renon, Denpasar, dan seluruh produk laku dengan harga di atas nilai limit yang ditetapkan.
Lelang sebagai sarana promosi
DJKN menyebut kegiatan lelang ini sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan dan pemasaran produk UMKM lokal. Lelang digunakan sebagai sarana sosialisasi dan edukasi agar masyarakat memahami fungsi lelang sebagai alternatif transaksi yang terbuka dan kompetitif.
Peserta QRIS Bali Summer Run 2026 dapat menyaksikan proses penawaran dan penetapan pemenang secara langsung di lokasi. Melalui kegiatan ini, DJKN memperkenalkan tata cara lelang resmi, mulai dari pembukaan penawaran hingga penetapan pihak yang berhak membeli barang.
Dalam sambutan Kepala Kanwil DJKN Bali dan Nusa Tenggara yang disampaikan oleh Kepala Bidang Kepatuhan Internal, Hukum, dan Informasi, Ahmad Fauzi, kegiatan lelang produk UMKM di QRIS Bali Summer Run 2026 disebut sebagai bentuk dukungan terhadap UMKM sekaligus upaya memperkenalkan layanan lelang kepada masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan kepada UMKM sekaligus pengenalan lelang oleh DJKN kepada masyarakat,” kata Ahmad Fauzi dalam laporan DJKN.
Selain itu, Ahmad Fauzi menyinggung sejarah panjang pelaksanaan lelang resmi di Indonesia dan menyatakan DJKN akan terus meningkatkan pengenalan dan pemanfaatan layanan lelang agar masyarakat lebih akrab dengan mekanisme tersebut.
Edukasi dan perlindungan peserta
Melalui kegiatan di QRIS Bali Summer Run 2026, DJKN mengingatkan masyarakat agar mencari informasi lelang resmi melalui kanal DJKN dan KPKNL. Masyarakat diimbau mewaspadai pihak yang mengatasnamakan lelang negara untuk melakukan penipuan.
DJKN bersama KPKNL Denpasar dan para Pejabat Lelang Kelas II menyatakan akan melanjutkan sosialisasi dan edukasi terkait lelang negara secara berkala. Kegiatan lanjutan diharapkan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai prosedur lelang yang sah serta memperkuat kepercayaan terhadap mekanisme lelang yang aman dan transparan.
Dalam rangkaian QRIS Bali Summer Run 2026, pelibatan UMKM dan kegiatan promosi produk lokal menjadi bagian dari upaya memperluas pemanfaatan pembayaran digital QRIS di Bali sekaligus membuka akses pasar bagi pelaku usaha kecil dan menengah.
QRIS Bali Summer Run 2026 juga diisi dengan berbagai aktivitas lain yang berfokus pada kampanye transaksi digital dan dukungan terhadap UMKM, sehingga lelang produk UMKM oleh DJKN menjadi salah satu titik temu antara edukasi sistem pembayaran dan pengenalan mekanisme lelang kepada publik.
Sumber
Berita berikutnya

Gianyar Tanggung Iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi 595 Seniman
Pemerintah Kabupaten Gianyar mengikutsertakan 595 seniman dalam program BPJS Ketenagakerjaan dengan anggaran hampir Rp120 juta per tahun dari APBD.

