Bali Aktual

Minggu, 11 Oktober 2026

Dalung Badung Siapkan 6.500 Kompos Bag untuk 23 Banjar

Desa Dalung, Kecamatan Kuta Utara, Badung, menyiapkan sekitar 6.500 kompos bag dan membina 23 kelompok banjar. Pemantauan pemilahan dilakukan empat kali dalam sebulan.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Sekop plastik di dalam kantong berisi tanah subur di samping kotak kayu.
Ilustrasi: Sekop plastik di dalam kantong berisi tanah subur di samping kotak kayu. · Foto: https://kaboompics.com/ / Pexels

Mangupura — Pemerintah Desa Dalung, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, menyediakan sekitar 6.500 kompos bag untuk memperkuat pengelolaan sampah berbasis sumber pada 11 Oktober 2026.

Sarana ini dipakai bersama teba modern dan tong komposter untuk mengolah sampah organik dari sumbernya. Desa Dalung juga mengaktifkan bank sampah serta memberi edukasi kepada warga agar memisahkan sampah organik, anorganik, dan residu.

Pengawasan dilakukan melalui kelompok bank sampah di masing-masing banjar. Pemeriksaan mencakup ketersediaan tempat sampah dan praktik pemilahan. Edukasi serta pemantauan dilaksanakan empat kali dalam sebulan secara berkelanjutan.

Pemilahan di 23 kelompok banjar menentukan hasil program

Sebanyak 23 kelompok banjar menjadi sasaran pembinaan. Sampah organik diarahkan untuk diolah warga menjadi kompos, sedangkan sampah anorganik yang masih bernilai, seperti botol plastik, kertas, dan koran, ditangani melalui bank sampah. Sampah residu yang belum dapat diolah masih dibuang ke TPA Suwung melalui kerja sama dengan pengelola sampah.

Desa Dalung telah memiliki lebih dari 300 tong komposter dan sekitar 300 teba modern yang ditempatkan di fasilitas umum, termasuk balai banjar, tempat ibadah, dan sekolah. Tiga kelompok bank sampah mengumpulkan sampah daur ulang secara berkala bersama mitra pengelola.

Bagi krama di Dalung, perubahan yang berlaku hari itu adalah pemilahan dilakukan dari rumah dan fasilitas banjar sebelum sampah diserahkan ke pengelola. Kompos bag menjadi salah satu sarana untuk menangani sampah organik, sementara sampah anorganik bernilai dapat dibawa ke bank sampah.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Lingkungan

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.