Bali Aktual

Kamis, 22 Oktober 2026

Curah Hujan Bali 2025: Sidemen Tertinggi, Mengwi Paling Deras

Data BMKG menunjukkan hujan Bali pada 2025 berbeda menurut lokasi dan bulan. Sidemen mencatat akumulasi bulanan tertinggi, sementara Mengwi mencatat hujan harian paling deras.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Tanaman pakis dan pepohonan hijau lebat diguyur rintik hujan.
Ilustrasi: Tanaman pakis dan pepohonan hijau lebat diguyur rintik hujan. · Foto: Huỳnh Như Mavi / Pexels

Curah hujan Bali tidak seragam sepanjang tahun maupun antarwilayah. Pada 2025, curah hujan bulanan tertinggi tercatat 806,5 milimeter di Kecamatan Sidemen, Karangasem, dengan 16 hari hujan, sedangkan kejadian hujan harian tertinggi mencapai 390,0 milimeter di Kecamatan Mengwi, Badung, menurut BMKG, 2025.

Di mana curah hujan tertinggi Bali pada 2025?

Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem, mencatat curah hujan bulanan tertinggi pada September 2025, yakni 806,5 milimeter dengan 16 hari hujan. Angka itu berasal dari analisis BMKG atas data stasiun dan pos hujan kerja sama pada 20 Zona Musim di Bali, menurut BMKG, 2025.

Data BMKG juga mencatat curah hujan tertinggi pada Desember 2025 sebesar 645,0 milimeter di Kecamatan Pekutatan, Jembrana, dengan 19 hari hujan. Ini menunjukkan lokasi dengan akumulasi hujan terbesar berubah menurut bulan, menurut BMKG, 2025.

Berapa hujan paling deras dalam satu hari?

Curah hujan maksimum harian tertinggi pada September 2025 mencapai 390,0 milimeter di Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung. Pada bulan yang sama, Kecamatan Negara, Jembrana, mencatat 385,5 milimeter pada 10 September 2025, menurut BMKG, 2025.

Dalam catatan tahunan Stasiun Klimatologi Bali, hujan harian lebih dari 50 milimeter juga terjadi pada 10 September 2025 dengan angka 385,5 milimeter. Perbedaan cakupan lokasi pengamatan menjelaskan mengapa buletin tahunan dan buletin wilayah dapat menampilkan angka yang berbeda, menurut BMKG, 2025.

Apakah hujan Bali selalu tinggi pada musim hujan?

Tidak. Data Denpasar menunjukkan curah hujan Juli 2025 mencapai 165,5 milimeter, sementara rata-rata 29 tahunnya 29,8 milimeter. Pada Oktober 2025, curah hujan Denpasar hanya 32,4 milimeter, dibandingkan rata-rata 29 tahun sebesar 98,4 milimeter, menurut BMKG, 2025.

Perbandingan itu menunjukkan bahwa istilah musim hujan tidak berarti setiap wilayah dan setiap bulan menerima hujan dalam jumlah yang sama. BMKG menilai sifat hujan dengan membandingkan catatan bulanan terhadap normal klimatologis wilayah tersebut, menurut BMKG, 2025.

Bagaimana membaca angka curah hujan Bali?

Milimeter menunjukkan akumulasi tinggi air hujan pada periode tertentu, sedangkan hari hujan menunjukkan jumlah hari ketika hujan tercatat. Angka bulanan tidak dapat dibaca sebagai hujan yang turun merata setiap hari.

Untuk memahami kondisi Bali, angka provinsi perlu dibaca bersama lokasi, bulan, jumlah hari hujan, dan periode pembandingnya. Laporan kinerja Pemerintah Provinsi Bali, yang memuat data layanan dan indikator daerah 2025, menjadi sumber pemerintah lain untuk membaca konteks penyelenggaraan daerah, tetapi angka curah hujan tetap berasal dari pengamatan BMKG.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Data Bali

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.