Bali Aktual

Selasa, 20 Oktober 2026

Produksi Padi Bali 2025 Turun: Berapa Angka Resminya?

Produksi padi Bali 2025 turun menurut hitungan BPS, sementara Dinas Pertanian Bali menyampaikan angka berbeda. Berikut angka tahunan, potensi 2026, dan alasan perbedaannya.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Bulir-bulir padi menguning yang mulai matang di antara dedaunan hijau.
Ilustrasi: Bulir-bulir padi menguning yang mulai matang di antara dedaunan hijau. · Foto: Sergei A / Pexels

Produksi padi Bali pada 2025 tercatat 695.187 ton gabah kering panen (GKP), turun 7,49 persen dibandingkan 2024, menurut BPS Bali yang dikutip Bisnis.com, 2026. Penurunan itu berkaitan dengan luas panen yang menyusut menjadi 96.444 hektare, tetapi angka pertanian tersebut berbeda dari estimasi sementara yang dirilis sebelumnya.

Mengapa produksi padi Bali turun pada 2025?

BPS mencatat luas panen padi Bali sepanjang 2025 sebesar 96.444 hektare, turun 7.360 hektare atau 7,09 persen dari 103.804 hektare pada 2024, menurut Bisnis.com, 2026. Dengan luas panen yang lebih kecil, produksi padi juga turun dari 751.485 ton GKP pada 2024 menjadi 695.187 ton GKP pada 2025.

Penurunan terjadi ketika produksi bulanan mencapai titik tertinggi pada Mei 2025, yaitu 98.217 ton GKP, sedangkan produksi terendah tercatat pada Februari 2025, sekitar 34.194 ton GKP, menurut BPS Bali yang dikutip Bisnis.com, 2026.

Berapa potensi produksi pada awal 2026?

BPS memperkirakan potensi produksi padi Bali pada Januari–Maret 2026 mencapai 119.304 ton GKP, turun 17,48 persen dibandingkan 144.568 ton GKP pada periode yang sama 2025, menurut Bisnis.com, 2026.

Potensi luas panen pada periode itu diperkirakan 16.466 hektare, turun 18,98 persen dari 20.323 hektare pada Januari–Maret 2025. BPS menegaskan angka tersebut merupakan potensi berdasarkan survei, sehingga dapat berubah mengikuti realisasi panen di lapangan, menurut Bali Post, 2026.

Mengapa angka produksi yang beredar berbeda?

Perbedaan muncul karena waktu rilis dan status datanya tidak sama. Pada November 2025, BPS masih memperkirakan produksi 2025 sebesar 727.105 ton GKP dengan luas panen 99.540 hektare; sebagian angka itu berasal dari estimasi potensi panen Oktober–Desember, menurut Bali Post, 2025.

Setelah periode Januari–Desember 2025 dihitung, angka yang dikutip pada Februari 2026 menjadi 695.187 ton GKP dan luas panen 96.444 hektare. Karena itu, angka tahunan yang lebih baru perlu dibaca sebagai hasil pemutakhiran, bukan dijumlahkan dengan estimasi sebelumnya.

Apakah data pemerintah sepenuhnya sama?

Tidak. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bali menyatakan produksi padi 2025 mencapai 753.587,45 ton dan produksi beras 471.821,103 ton, menurut JPNN Bali, 2026. Perbedaan itu menunjukkan bahwa definisi, metode pencatatan, atau waktu pengukuran dapat menghasilkan angka berbeda.

BPS menggunakan Survei Kerangka Sampel Area untuk mengukur luas panen dan memperkirakan produksi, sedangkan Dinas Pertanian Bali menyampaikan angka administrasi sektoralnya. Kedua angka tidak dapat dibandingkan langsung tanpa menyamakan satuan, cakupan, serta metode penghitungan.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Data Bali

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.