BGTK Bali Perkuat Pembelajaran STEM bagi Fasilitator SMA/SMK
BGTK Provinsi Bali menggelar pelatihan STEM bagi fasilitator daerah SMA/SMK pada 30 September–2 Oktober 2026. Peserta didorong mendampingi guru menerapkan pembelajaran berbasis STEM.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Denpasar — Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Bali menggelar Pelatihan STEM bagi Fasilitator Daerah Jenjang SMA/SMK pada 30 September–2 Oktober 2026 di BGTK Provinsi Bali.
Pelatihan ini merangkul fasilitator daerah untuk memperkuat penerapan pembelajaran berbasis Science, Technology, Engineering, dan Mathematics (STEM) di sekolah. BGTK merupakan Balai Guru dan Tenaga Kependidikan, lembaga yang menjalankan pengembangan dan pemberdayaan guru serta tenaga kependidikan.
Dalam kegiatan tersebut, peserta diperkenalkan pada formula Think + Create + Solve + Reflect. Tahapannya mencakup menemukan dan menganalisis masalah, menciptakan atau merancang solusi, menguji penyelesaian terhadap persoalan nyata, lalu melakukan refleksi dan perbaikan.
Fasilitator membawa pola STEM ke sekolah
Bagi pembaca di Denpasar dan kabupaten/kota lain di Bali, kegiatan ini penting karena fasilitator daerah menjadi penghubung antara pelatihan dan praktik guru di kelas. Mereka didorong mendampingi guru dalam merancang serta mempraktikkan pembelajaran, melakukan refleksi, berbagi praktik baik, dan mengembangkan praktik tersebut agar bisa diterapkan lebih luas.
Lokasi kegiatan berada di BGTK Provinsi Bali, Jalan Gurita Raya Nomor 21, Pegok, Sesetan, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali. Pelatihan berlangsung selama tiga hari, dari 30 September hingga 2 Oktober 2026. Tidak ada perubahan tarif, jadwal layanan publik, atau jalur perjalanan yang dilaporkan dalam berita ini.
Dengan demikian, perubahan yang dapat dicatat pembaca hari itu berada pada sisi pembelajaran: fasilitator daerah SMA/SMK mendapatkan penguatan untuk mendampingi guru menerapkan STEM melalui rangkaian menemukan masalah, merancang solusi, menguji, serta merefleksikan hasilnya.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Kabupaten/Kota
Rudenim Denpasar Detensi 177 WNA hingga September 2026
Rudenim Denpasar mencatat 177 pendetensian WNA hingga 30 September 2026. Pada periode yang sama, 143 WNA dideportasi dan tujuh deteni dipindahkan.
Terbaru di Berita Bali

Berita utama hari ini

Baca juga





