Bali Aktual

Rabu, 7 Oktober 2026

Apa Itu Warisan Budaya Takbenda Bali dan Bagaimana Cara Mencatatnya?

Warisan budaya Bali tidak hanya berupa pura atau benda bersejarah. Sistem nasional mencatat tradisi takbenda, sementara Bali menyiapkan pendataan lengkap sebagai dasar kebijakan pelestarian.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Pemandangan sawah berundak dengan latar belakang gunung di bawah langit cerah berawan.
Ilustrasi: Pemandangan sawah berundak dengan latar belakang gunung di bawah langit cerah berawan. · Foto: Tom Fisk / Pexels

Warisan budaya takbenda Bali adalah tradisi hidup yang mencakup pengetahuan, praktik, ritus, perayaan, seni, dan keterampilan yang diwariskan antargenerasi. Pencatatan resminya dilakukan melalui sistem nasional, sedangkan pendataan lengkap kebudayaan Bali sedang dirancang agar pemerintah memiliki dasar kebijakan yang lebih terukur.

Apa yang termasuk warisan budaya takbenda?

Portal Warisan Budaya Takbenda Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi memuat domain “Adat Istiadat Masyarakat, Ritus, dan Perayaan-Perayaan”. Domain ini menempatkan tradisi sosial dan upacara sebagai bagian dari kebudayaan yang dapat dicatat, bukan hanya benda atau bangunan bersejarah.

Data Pokok Kebudayaan juga menyajikan daftar warisan budaya takbenda berdasarkan nomor, nama, provinsi, tahun penetapan, dan domain UNESCO. Dengan format itu, status suatu tradisi dapat dibaca melalui identitas pencatatan dan tahun penetapannya.

Bagaimana pemerintah mencatat kebudayaan Bali?

BPS Provinsi Bali melaporkan pada 29 April 2025 bahwa Pemerintah Provinsi Bali menggandeng BPS untuk menyiapkan Pendataan Lengkap Kebudayaan. Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Majelis Kebudayaan Bali, dan BPS terlibat dalam perancangan kegiatan tersebut.

Menurut BPS, 2025, BPS berperan sebagai pembina statistik sektoral agar keluaran pendataan sesuai kebutuhan pemerintah daerah. Pendataan itu ditujukan untuk menjadi dasar pengambilan kebijakan dan memperkuat pelestarian serta pengembangan budaya Bali.

Apakah daftar nasional sama dengan seluruh tradisi yang ada?

Daftar nasional adalah hasil pencatatan dan penetapan, bukan ukuran otomatis atas seluruh praktik budaya yang hidup di Bali. Portal statistik kebudayaan nasional menyatakan bahwa data yang disajikan mencakup warisan budaya benda dan takbenda, dengan tabel berdasarkan data 1977–2023 dalam publikasi Statistik Kebudayaan 2024.

Karena itu, pembaca perlu membedakan tiga hal: tradisi yang hidup di masyarakat, tradisi yang sudah didata, dan warisan budaya takbenda yang telah ditetapkan. Ketiganya berkaitan, tetapi tidak selalu memiliki status administratif yang sama.

Mengapa pendataan penting bagi desa adat?

Pendataan memberi pemerintah informasi yang dapat dipakai untuk merancang pelestarian, pengembangan, dan kebijakan kebudayaan. Dalam konteks Bali, BPS menyebut kegiatan tersebut sebagai fondasi penguatan data budaya Bali.

Data yang terstruktur juga membantu menempatkan adat, ritus, perayaan, seni, dan keterampilan dalam kerangka kebijakan yang dapat dipantau. Penetapan nasional tetap menjadi salah satu rujukan, sementara keberadaan tradisi di masyarakat menjadi bagian penting dari pendataan yang lebih lengkap.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Budaya

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.