Bali Aktual

Senin, 5 Oktober 2026

Apa Itu Sistem Subak Bali? Jumlah Kelompok dan Status Warisan Dunia

Sistem subak bukan sekadar saluran irigasi. UNESCO mencatat sekitar 1.200 kelompok pengelola air di Bali, dengan 50–400 petani mengelola pasokan dari satu sumber air.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Pemandangan udara petani membajak petak sawah bertingkat yang dialiri air.
Ilustrasi: Pemandangan udara petani membajak petak sawah bertingkat yang dialiri air. · Foto: Tom Fisk / Pexels

Sistem subak adalah tata kelola irigasi tradisional Bali yang menghubungkan pengaturan air, lahan sawah, kegiatan bertani, dan praktik keagamaan. UNESCO memasukkan lanskap budaya yang memuat sistem subak beserta pura dan teras sawahnya sebagai Warisan Dunia pada 6 Juli 2012. Sistem ini bukan satu lembaga tunggal, melainkan jaringan kolektif pengelola air.

Apa yang dimaksud dengan sistem subak?

Subak merupakan organisasi kolektif petani yang mengatur pembagian dan pengelolaan air irigasi. Dalam penjelasan UNESCO, sistem tersebut memperlihatkan hubungan antara komponen alam, agama, dan kebudayaan dalam lanskap pertanian Bali.

Karena mengatur air dari sumber yang sama untuk lahan anggota, subak bekerja melampaui batas satu bidang sawah. Pengelolaannya juga berkaitan dengan pura air dan praktik keagamaan yang membentuk lanskap budaya Bali.

Berapa banyak kelompok pengelola air di Bali?

UNESCO mencatat Bali memiliki sekitar 1.200 kelompok pengelola air. Angka itu merujuk pada kolektivitas pengelola air dalam sistem subak, bukan jumlah pura, desa adat, atau seluruh organisasi pertanian di Bali.

Menurut UNESCO, setiap sumber air dikelola oleh sekitar 50 hingga 400 petani. Rentang tersebut menunjukkan bahwa ukuran kelompok pengelola berbeda-beda sesuai sumber air dan wilayah yang dilayaninya.

Mengapa subak masuk daftar Warisan Dunia?

UNESCO menetapkan Lanskap Budaya Provinsi Bali: Sistem Subak sebagai perwujudan filosofi Tri Hita Karana. Pengakuan itu menilai keterkaitan antara pengelolaan air, kehidupan pertanian, upacara, pura, dan tata ruang lanskap.

Warisan yang diakui bukan hanya saluran irigasi. UNESCO menempatkan sistem subak sebagai kesatuan lanskap yang mencakup unsur religius, sosial, dan pertanian.

Apa hubungan subak dengan budaya Bali?

Dalam lanskap subak, air tidak dipahami semata-mata sebagai sarana teknis untuk mengairi sawah. Pengelolaan air terhubung dengan pura dan kegiatan keagamaan yang menjaga hubungan antara masyarakat, alam, dan keyakinan.

Dokumen UNESCO menyebut lima kawasan sebagai contoh keterhubungan komponen alam, religius, dan budaya dalam sistem subak tradisional. Dengan demikian, subak menjadi bagian dari warisan budaya hidup yang dikelola melalui kerja kolektif petani.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Budaya

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.