Kalender Bali Larang Tanam Padi pada 7 Oktober 2026
Kalender Bali mencatat Rabu, 7 Oktober 2026, tidak baik untuk menanam padi dan kacang-kacangan serta menanam dan memetik tanaman. Membuka lahan pertanian baru dinilai baik.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Denpasar — Kalender Bali menetapkan Rabu, 7 Oktober 2026, sebagai hari yang tidak baik untuk menanam padi dan kacang-kacangan, tetapi baik untuk membuka lahan pertanian baru.
Catatan ini berasal dari perhitungan ala ayuning dewasa, yaitu pedoman dalam kalender Bali untuk menilai kecocokan suatu hari bagi kegiatan tertentu. Perhitungannya memadukan wuku, sasih, panglong, dan alahing dewasa, dengan nilai yang lebih rendah dipandang lebih utama.
Petani Perlu Menunda Tanam Padi pada 7 Oktober
Rangkaian perhitungan pada Buda Paing Wayang mencatat Asuajeg Munggah sebagai penanda yang tidak baik untuk menanam padi dan kacang-kacangan. Kajeng Uwudan juga disebut tidak baik untuk menanam dan memetik tanaman.
Di sisi lain, Pepedan dinilai baik untuk membuka lahan pertanian baru. Kalender yang sama menyebut kegiatan tersebut tidak baik untuk membuat peralatan dari besi. Rujukan ini dapat menjadi pertimbangan awal bagi krama, terutama yang mengatur pekerjaan pertanian melalui subak atau kegiatan adat di desa adat.
Ala ayuning dewasa bukan pengganti keputusan pemangku adat setempat. Untuk ritual adat atau keputusan penting, masyarakat tetap dapat berkonsultasi dengan pemangku agar waktunya sesuai dengan konteks spiritual dan lokal. Bagi pembaca di Denpasar dan kabupaten lain di Bali, perubahan praktis pada hari itu adalah menunda penanaman padi, kacang-kacangan, serta kegiatan menanam atau memetik tanaman, sementara pembukaan lahan pertanian baru termasuk kegiatan yang dinilai baik.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Lingkungan
BMKG Prakirakan Bali Cerah Berawan, Gelombang Selatan 2,5 Meter
BMKG memprakirakan Bali cerah berawan pada 26 September 2026 dengan suhu 18–33 derajat Celsius. Gelombang selatan Bali berpotensi mencapai 2,5 meter.
Terbaru di Budaya

Berita utama hari ini

Baca juga





