Antrean Gilimanuk Mengular 2,5 Kilometer saat Dermaga II Direvitalisasi
Antrean kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, kembali mengular hingga sekitar 2,5 kilometer pada Sabtu, 19 September 2026.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· 3 menit baca
Negara — Antrean kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, mengular hingga sekitar 2,5 kilometer pada Sabtu, 19 September 2026, seiring penerapan pola operasi kapal yang menyesuaikan kondisi laut dan berjalannya revitalisasi Dermaga II Gilimanuk.
Menurut laporan detikBali, kepadatan kendaraan terjadi di ruas jalan utama Denpasar–Gilimanuk hingga mendekati SPBU Gilimanuk, dengan dominasi sepeda motor dan mobil pribadi yang hendak menyeberang ke Pelabuhan Ketapang, Jawa Timur.
Kapolsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk AKP Gusti Kade Alit Murdiasa mengatakan antrean kendaraan mulai terurai pada sore hari, dengan panjang antrean berkurang dibandingkan kondisi tengah hari.
Penerapan pola operasi yang disesuaikan dengan kedatangan kapal dan kondisi teknis di pelabuhan dilakukan untuk mengurai antrean, di tengah terbatasnya kapasitas dermaga karena pekerjaan peningkatan kapasitas Dermaga II Gilimanuk.
Operasional kapal terdampak surut dan arus
DetikBali memberitakan bahwa antrean panjang di Gilimanuk pada pertengahan September 2026 turut dipicu oleh kondisi air laut yang surut sehingga kapal sulit sandar, proses bongkar muat menjadi lebih lama, dan pola operasi harus menyesuaikan pasang surut, arus, serta angin di Selat Bali.
Dalam situasi ini, ASDP bersama regulator dan kepolisian menerapkan pengaturan lalu lintas dan pola operasi terpadu untuk mencegah penumpukan kendaraan di akses pelabuhan, termasuk pemanfaatan area penyangga dan pengendalian arus menuju pelabuhan.
ASDP meminta pengguna jasa mematuhi arahan petugas, menjaga ketertiban, dan mengikuti informasi resmi mengenai kondisi antrean dan jadwal kapal. Keselamatan pelayaran dinyatakan tetap menjadi pertimbangan utama dalam penyesuaian pola operasi.
Revitalisasi Dermaga II Gilimanuk dan penurunan kapasitas
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) sedang melaksanakan peningkatan kapasitas Dermaga II Pelabuhan Gilimanuk dari semula sekitar 20–30 ton menjadi 50 ton. Menurut laporan BALIPOST.com dan RRI, pekerjaan fisik telah berlangsung sejak 21 Agustus 2026 dan berdampak pada penurunan kapasitas efektif pelabuhan saat arus kendaraan meningkat.
Direksi ASDP dalam keterangan resmi yang dikutip Bisnis.com menjelaskan bahwa penguatan infrastruktur di Dermaga II Gilimanuk dilakukan bersamaan dengan pengubahan dermaga ponton di Pelabuhan Ketapang menjadi Moveable Bridge permanen berkapasitas 50 ton. Kesetaraan kapasitas di kedua sisi diharapkan memberi ruang operasional yang lebih luas dan mendukung pengaturan arus kendaraan secara lebih efektif antara Jawa dan Bali.
Peningkatan kapasitas Dermaga II Gilimanuk dan Dermaga V Ketapang ditargetkan rampung dan dapat dioperasikan selambat-lambatnya pada periode Angkutan Lebaran 2027, sehingga diharapkan mengurangi antrean panjang yang berulang di lintasan Ketapang–Gilimanuk.
Untuk jangka pendek, ASDP menyiapkan pengendalian arus, penguatan kapasitas di lintasan Ketapang–Gilimanuk, pengembangan buffer area, penyiapan akses pendukung, serta penambahan armada kapal perbantuan. Upaya ini dikembangkan bersama pemerintah daerah dan instansi terkait untuk menjaga kelancaran penyeberangan selama pekerjaan revitalisasi berlangsung.
Sumber
- detikBali - Kapal Sulit Sandar gegara Air Laut Surut, Antrean di Gilimanuk Mengular
- BALIPOST.com - Dermaga Gilimanuk Diperbaiki, ASDP Siapkan Siasat Urai Kepadatan Jawa–Bali
- RRI Singaraja - Perkuat Layanan, ASDP Tingkatkan Kapasitas Dermaga 2 Gilimanuk Jadi 50 Ton
- Bisnis.com - Macet Berulang, ASDP Tingkatkan Kapasitas Dermaga Ketapang-Gilimanuk
Berita berikutnya

KONI Klungkung Siapkan Sanksi Atlet Absen TC Fisik Bareng TNI
KONI Klungkung menyiapkan sanksi berupa pencoretan dari kontingen Porprov Bali 2027 bagi atlet dan cabang olahraga yang menolak mengikuti pemusatan la…

